Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erwin Haryono

Erwin Haryono

Januari, Uang Beredar Tumbuh 11,8% Jadi Rp 6.761,0 Triliun

Selasa, 23 Februari 2021 | 11:55 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, namun sedikit melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan uang kuasi.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono memaparkan, posisi M2 pada Januari 2021 sebesar Rp 6.761,0 triliun atau tumbuh 11,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy).

“Berdasarkan komponennya, perkembangan M2 tersebut didorong oleh uang kuasi yang tumbuh sebesar 9,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,5% (yoy), terutama pada instrumen simpanan berjangka,” kata Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Selasa (23/2/2021).

Sementara itu, komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh 18,7% (yoy) pada Januari 2021, meningkat dari 18,5% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Petugas mengitung uang rupiah di salah satu bank syariah swasta di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Petugas mengitung uang rupiah di salah satu bank syariah swasta di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Diketahui, M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi Rupiah). Sedangkan M2 meliputi M1, uang kuasi (mencakup tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro dalam valuta asing), dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun.

Erwin menambahkan, berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada Januari 2021 dipengaruhi oleh perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat. Pada Januari 2021, pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah sebesar 54,8% (yoy), menurun dari capaian bulan sebelumnya sebesar 66,9% (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan kredit pada Januari 2021 membaik. Perbaikan tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang kontraksi 2,1% (yoy), berkurang dari kontraksi 2,7% (yoy) pada bulan sebelumnya.

“Untuk pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Januari 2021 sebesar 14,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2020 sebesar 13,6% (yoy),” ungkap Erwin.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN