Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Primus Dorimulu/Investor Daily)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Primus Dorimulu/Investor Daily)

Jokowi: Belanja Teknologi Diperlakukan sebagai Investasi

Selasa, 4 Mei 2021 | 12:45 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, belanja teknologi harus diperlakukan sebagai belanja investasi dan jelas pemanfaatannya bagi masyarakat dan negara. Dalam APBN Tahun 2021, pemerintah mengalokasikan belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebesar Rp 30,5 triliun, yang digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemberian pelayanan (service delivery).

“Kita garis bawahi, ini harus jelas manfaatnya, terutama manfaat publik, manfaat bagi masyarakat dan negara,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5). Mendampingi Presiden Jokowi, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Di hadapan para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan, belanja teknologi harus dihitung secara cermat efisiensi dan kontribusinya bagi pengembangan teknologi di dalam negeri. “Tetapi harus juga dihitung efisiensinya, harus dihitung kontribusinya untuk pengembangan teknologi di dalam negeri, harus dihitung return of investment-nya sehingga bisa berkelanjutan terus,” katanya.

Sementara itu, untuk bidang pendidikan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 juga telah mengakselarasi percepatan pelaksanaan edutech, pembelajaran jarak jauh yang kini menjadi sebuah kebutuhan dan keniscayaan. “Layanan pendidikan berbasis daring muncul di mana-mana, akses pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai sumber. Peran guru dan sekolah lebih sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi Merdeka Belajar dari anak didiknya,” katanya.

Jokowi mengatakan, perencanaan harus mengantisipasi perkembangan pesat teknologi dan merespon disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat. “Harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul sangat cepat, yang sering tidak kita duga, harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kembalinya ke sini,” kata Presiden Jokowi.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN