Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rosan P Roeslani. Foto: SP/Joanito de Saojoao

Rosan P Roeslani. Foto: SP/Joanito de Saojoao

Kadin: FDI Belum Sejalan dengan Penyerapan Tenaga Kerja

Kamis, 17 September 2020 | 11:29 WIB
Triyan Pangastuti ,Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengkritik jumlah investasi asing (foreign direct investment/FDI) yang masuk ke Indonesia_ belum sejalan dengan penyerapan tenaga kerja.

Dia mengacu data BKPM bahwa pada 2016, setiap investasi asing yang masuk sebesar Rp 1 triliun dapat menyerap 2.100 tenaga kerja. Sedangkan saat ini, setiap investasi Rp 1 triliun hanya mampu menyerap 1.100 tenaga kerja.

“Artinya, investasi yang masuk Indonesia sekarang lebih banyak yang non-padat karya,” tegas Rosan dalam acara “HSBC Economic Forum” yang berlangsung virtual di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Seperti diketahui sebanyak 143 perusahaan berencana merelokasi investasi ke Indonesia, di antaranya dari Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Tiongkok. Relokasi investasi ini berpotensi menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja Indonesia.

Menurut Rosan, pandemi global membuat banyak Negara melakukan relokasi investasi dari Tiongkok. Hal ini bertujuan untuk mendiversifikasi dan mengurangi ketergantungan terhadap suatu negara.

Dia menilai, negara yang berperan besar dalam rantai pasok global bianya jumlah_ FDI-nya cenderung meningkat. Namun, agar investasi meningkat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti stabilitas politik, kepastian hukum, dan pasar yang besar. Selain itu, untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global, pemerintah harus meningkatkan iklim investasi, menurunkan jumlah biaya saat memulai usaha, meningkatkan peringkat kemudahan berusaha, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Catatan BKPM juga menunjukkan, pada kuartal II-2020, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 94,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 145.311 orang. Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 97,6 triliun dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja sebanyak 117.798 orang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN