Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kajian Pemindahan Ibu Kota Negara Tuntas Tahun Ini

Gora Kunjana, Selasa, 11 April 2017 | 16:32 WIB

NUSA DUA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tengah mengkaji pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah baru di luar Pulau Jawa. Kajian tersebut diharapkan dapat rampung tahun ini.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, ada beberapa kota yang berpotensi menjadi ibu kota negara baru, diantaranya Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Pokoknya harus di luar Jawa (untuk kandidat lainnya). Sudah, nanti malah munculin spekulan lagi," kata dia usai menghadiri Regional Workshop on Country Safeguard System bersama Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB), di Badung, Senin (10/4).

Ketika disinggung mengenai target waktu penyelesaian kajian pemindahan ibu kota negara, Bambang mengharapkan itu bisa segera rampung. “Tahun ini,” tegas dia.

Bambang mengatakan, tim Bappenas sedang menganalisis kriteria wilayah, kemudian kesiapan dan ketersediaan lahan, hingga sumber pendanaan untuk pembangunan ibu kota baru tersebut. "Kita berikan update (perkembangan) kepada Presiden Joko Widodo secara teratur," ujarnya seperti dikutip Antara.

Munculnya nama Palangkaraya sebagai kandidat ibu kota baru, kata Bambang, karena hal tersebut juga pernah digagas Presiden pertama Indonesia, Soekarno. "Ya itu memang salah satu kandidat karena pernah diucapkan Presiden Soekarno," papar dia.

Soekarno menurut beberapa literatur, pernah mewacanakan ibu kota dapat berpindah ke Palangkaraya, tepatnya pada dasawarsa 1950-an. Proklamator kemerdekaan bahkan pernah mengunjungi kota yang terletak di tengah Indonesia dan dilintasi Sungai Kapuas tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya, Bambang mengatakan rencana pemindahan ibu kota negara muncul kembali karena adanya kebutuhan pembentukan pusat ekonomi baru.

Menurut dia, Pulau Jawa terlalu mendominasi kegiatan perekonomian Indonesia. Itu pun aktivitas perekonomian di Jawa lebih banyak terkosentrasi di kawasan Jabodetabek atau DKI Jakarta, belum merata ke seluruh lapisan.

"Maka, perlu membangun pusat perekonomian baru di luar Pulau Jawa," ujar Bambang ketika berada di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Bila rencana tersebut benar-benar terealisasi, beban Jakarta yang kini dianggap terlalu berat, karena berperan ganda sebagai pusat pemerintahan, keuangan sekaligus pusat bisnis, dapat berkurang.

Kalaupun ibu kota negara pindah dari DKI Jakarta, kata dia, pusat aktivis bisnis akan tetap berada di Jakarta. "Meskipun ibu kota pemerintahan dipindahkan dari Jakarta, Jakarta tetap akan berfungsi sebagai pusat utama bisnis di Indonesia," kata dia.

Selanjutnya, kata Bambang, rencana pemindahan ibu kota negara ini bisa terwujud jika didukung keputusan politik.

"Saya tidak di posisi bisa menentukan apakah dapat dijadikan ibu kota baru, karena itu keputusan politik. Kita hanya menyiapkan perlunya pusat pemerintahan di luar Pulau Jawa," ujar dia. (ks)

BAGIKAN