Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kedalaman Kemiskinan

Oleh Arnoldus Kristianus dan Imam Suhartadi, Selasa, 17 Juli 2018 | 13:18 WIB

Suhariyanto juga memaparkan tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan yang ikut menurun. Indeks kedalaman kemiskinan (P1) adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan (P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.


Menurut Suhariyanto, pada periode September 2017–Maret 2018, P1 turun dari 1,79 ke 1,71. Demikian juga P2 berkurang dari 0,46 menjadi 0,44. Angka P1 dan P2 di daerah perdesaan lebih tinggi dibanding daerah perkotaan. Pada Maret 2018, P1 untuk daerah perkotaan sebesar 1,17, sedangkan di daerah perdesaan jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 2,37. Adapun P2 untuk perkotaan adalah 0,29, sedangkan di perdesaan tercatat 0,63.


Suhariyanto menunjuk beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode September 2017– Maret 2018. Di antaranya adalah inflasi umum sebesar 1,92% pada periode itu. Juga rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk kelompok rumah tangga 40% lapisan terbawah selama periode September 2017–Maret 2018 tumbuh 3,06%. Faktor lain adalah bantuan sosial tunai dari pemerintah tumbuh 87,6% pada kuartal I-2018 (yoy).


Selain itu, program Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada kuartal I telah tersalurkan sesuai jadwal. Lalu nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2018 berada di atas angka 100, yaitu 101,94. “Kenaikan harga beras yang cukup tinggi, mencapai 8,57% pada periode September 2017–Maret 2018, disinyalir mengakibatkan penurunan kemiskinan tidak secepat periode Maret 2017–September 2017,” kata Suhariyanto.


Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita per hari. Paket komoditas kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditas, sedangkan nonmakanan diwakili oleh 51 jenis komoditas di perkotaan dan 47 jenis di perdesaan. (hg)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/macroeconomics/rasio-gini-menurun/177891

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA