Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kemendes PDTT Gandeng SurfAID Tingkatkan Kualitas Daerah 3T

Arnoldus Kristianus, Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:11 WIB

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan SurfAID melakukan peningkatan kesehatan, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat yang hidup di daerah terpencil, yang terhubung melalui kegiatan selancar (surfing).

Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan, program hibah dari SurfAid bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Ada 3 program besar dalam kerja sama Kemendes PDTT dengan SurfAid dalam kurun waktu 2019 sampai 2022.

“Kami sangat berharap program-program yang dikembangkan ini selaras dengan yang dilakukan kementerian dalam peningkatan kapasitas masyarakat perdesaan dan peningkatan produktifitas ekonomi perdesaan,” ucap Anwar dalam keterangannya.

Ketiga program besar yaitu program Ehowu di Kabupaten Nias Sumatera Utara, program Katuerukat di Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat, program Nusatani di Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur dan kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Ketiga program itu dilakukan untuk penguatan kapasitas masyarakat lokal dan perbaikan kualitas kehidupan melalui program kesehatan, juga ekonomi produktif yang akhirnya bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Bagi Kemendes PDTT, kerja sama dengan SurfAid merupakan kerja sama yang pertama meski sebelumnya dari 2000 SurfAID sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Kalau dilihat dari sisi substansi dan juga lokus kegiatan, irisannya sangat dekat dengan yang dilakukan oleh Kemendes PDTT,” ucap Anwar.

Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT Aisyah Gamawati mengatakan, Kemendes PDTT dan Surfaid telah menyusun Rencana Induk Kegiatan 2019-2022 dengan fokus garapan atau target sasaran di 48 desa tertinggal yang tersebar di 5 kecamatan di 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumba Barat, dan Bima.

“Kemendes PDTT direkomendasikan oleh Tim Pengawas Ormas Asing/Inter Kementerian untuk menjalin kerja sama dengan SurfAid karena Kemendes PDTT dinilai selaras dengan karakteristik dan lokus dari surfAid yaitu wilayah perdesaan serta berkarakteristik pantai,” ucapnya.

Dalam kerja sama ini akan melibatkan Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu), Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD), serta Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT). Tiga direktorat jenderal yang akan berkoordinasi dan bersinergi mendukung pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan serta akan melakukan pemantauan secara terintegrasi. “Tentunya juga dengan melibatkan Kementerian Luar Negeri serta instansi lain untuk memastikan pengelolaan bantuan dapat membawa manfaat bagi masyarakat sasaran,” ucapnya.

CEO SurfAid Douglas McGregor Lees berharap akan terus berkontribusi membantu pemerintah Indonesia dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil. Dimana biasanya pelayanan dasar dan kesempatan untuk berkembang itu lebih kurang dibanding daerah perkotaan.

“Tidak hanya kesehatan, tapi bagaimana juga meningkatkan pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan di desa. Kami merasa cocok dengan Kemendes PDTT, karena memang kami juga fokus ke daerah-daerah terpencil dan tertinggal,”ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA