Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Heru Pambudi

Heru Pambudi

Kemenkeu Ajukan Pagu Indikatif Rp 43,19 Triliun pada APBN 2022

Kamis, 10 Juni 2021 | 16:53 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajukan pagu indikatif sebesar Rp 43,19 triliun untuk tahun anggaran 2022. Dana tersebut terbagi dalam tiga fungsi yaitu pelayanan umum Rp 39,7 triliun, ekonomi Rp 189 miliar, dan pendidikan Rp 3,2 triliun. Adapun tema rencana kerja Kemenkeu pada 2022 adalah akselerasi recovery dan reformasi struktural

“Pagu indikatif tahun anggaran 2022 sebesar Rp 43,19 triliun,” ucap Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (10/6).

Bila dirinci, fungsi pelayanan umum dengan alokasi sebesar Rp 39,7 triliun terbagi dalam sejumlah program, yaitu program kebijakan fiskal sebesar Rp 27,4 miliar, program pengelolaan penerimaan negara Rp 3,2 triliun, program pengelolaan belanja negara Rp 18 miliar, program dukungan manajemen sebesar Rp 36,3 triliun, serta program pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko sebesar Rp 144 miliar.

Berikutnya, fungsi ekonomi sebesar Rp 189 miliar digunakan untuk program dukungan manajemen. Sedangkan untuk fungsi pendidikan sebesar Rp 3,2 triliun digunakan program dukungan manajemen.

Catatan Kemenkeu menunjukkan ada sejumlah pos untuk dana tersebut. Pertama, kebijakan fiskal sebesar Rp 27 miliar. Kedua, untuk pengelolaan penerimaan negara sebesar Rp 3,2 triliun. Ketiga, pengelolaan belanja negara sebesar Rp 18,3 miliar. Keempat, pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko Rp 144 miliar. Kelima, dukungan manajemen sebesar Rp 39,7 triliun.

“Sementara itu, sumber dana pagu indikatif Kementerian Keuangan 2022 terdiri dari rupiah murni sebesar Rp 33,6 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 7,08 miliar, dan Badan Layanan Umum (BLU) Rp 9,56 triliun,” ucapnya.

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN