Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta terbakar, Sabtu malam (22/8/2020). Sumber: BSTV

Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta terbakar, Sabtu malam (22/8/2020). Sumber: BSTV

PERBAIKAN GEDUNG KEJAKSAAN AGUNG BUTUH DANA BESAR

Kemenkeu akan Asuransikan 10 Gedung KL Tahun Ini

Rabu, 16 September 2020 | 08:54 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa perbaikan gedung Kejaksaan Agung akan menelan anggaran yang besar, karena gedung tersebut belum diasuransikan. Bahkan, ia menilai perusahaan asuransi pun membutuhkan reasurasi untuk menanggung jaminan total loss seluruh BMN.

Menkeu mengatakan, saat ini pemerintah masih memperhitungkan kemampuan industri asuransi untuk dapat menjamin total kerugian negara atas aset negara. “Kejaksanaan belum termasuk yg diasuransikan, sangat sayang dalam hal ini, kalau yang disebut total loss insurance itu konsuekuensinya gede banget, industri asuransi kita di dalam negeri mungkin nggak akan mampu, mereka mungkin harus reinsurance lagi,”tuturnya dalam raker bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (15/9).

Di sisi lain, Kementerian Keuangan berencana untuk mengasuransikan 10 gedung kementerian dan Lembaga (K/L) pada tahun ini. Asuransi tersebut dilakukan sebagai tindak pengamanan untuk gedung pemerintah yang berada di wilayah rentan bencana alam.

Ke depan, Menkeu mengatakan akan memperbaiki manajemen asset Barang Milik Negara (BMN) dengan mengasuransikannya, namun juga dengan mempertimbangkan kemampuan industri asuransi.

Sebelumnya, Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Isa mengatakan renovasi gedung tersebut membutuhkan penganggaran baru dalam APBN, karena pada tahun ini pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan gedung tersebut. “APBN tahun ini pasti tidak ada, karena belum pernah dianggarkan. Paling cepat 2021, kalau bisa dimasukkan dalam proses penyusunan RAPBN 2021," ujar Isa.

Di sisi lain, Isa mendorong KL untuk dapat mengasuransikan asset negaranya untuk menghindari terulangnya kejadian seperti gedung Kejakasaan Agung. Kendati begitu, ia menyebut bahwa telah ada 10 KL yang sedang dalam proses untuk mengasuransikan gedungnya.

Secara keseluruhan Isa menuturkan, saat ini baru gedung-gedung milik Kementerian Keuangan yang diasuransikan. "Sedang berproses karena mengasuransikan bangunan ini juga termasuk membangun budaya baru untuk menjaga ketertiban, pemeliharaan, kemudian pencegahan untuk kebakaran dan sebagainya. Jadi bukan sekadar kita mengeluarkan anggaran dan membayar premi tapi juga membangun budaya baru untuk tertib, rapi, dan pencegahan diutamakan daripada penanganan dampak dari musibah," pungkasnya.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN