Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan Sudarto

Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan Sudarto

Kemenkeu: Sektor Keuangan Turut Berperan Besar dalam Upaya PEN

Kamis, 10 Juni 2021 | 12:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan Sudarto mengatakan, sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Beberapa bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional seperti subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan subsidi bunga juga dilakukan melalui sektor keuangan.

“Sektor keuangan sangat penting  pada saat  saat kita mengatasi dampak covid 19.  Tentunya ke depan kita semua harus lebih baik dalam rangka channeling bantuan pemerintah, bantuan sosial ataupun subsidi kepada masyarakat, “ucap Sudarto dalam acara  seminar daring  Kolaborasi Bank Digital dan Fintech dalam Menopang Perekonomian Nasional pada Kamis (10/6). Acara ini merupakan  kerja sama Majalah Investor dengan PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, dan Xendit.

Sudarto mengatakan perkembangan ekonomi digital di sektor keuangan termasuk financial technology (fintech) mengalami pertumbuhan yang sangat besar. Dari sisi pemain, pengguna hingga aktifnya berbagai sektor industri yang mendukung pertumbuhan tersebut baik dari segi inovasi, teknologi, maupun pendanaan yang diberikan.

Dia menuturkan pemerintah juga sudah menggunakan beberapa fintech untuk  membayar pajak atau membayar penerimaan negara lainnya hingga penyaluran misalnya ultra mikro kredit dan penyaluran bansos.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan tahun 2020  perusahaan fintech Indonesia didominasi oleh peer to peer lending 43% dan  digital payment 80% dengan total 364 perusahaan fintech per April 2020.

Sementara itu berdasarkan data Bank Indonesia total nilai transaksi elektronik meningkat terus sejak tahun 2012 yang waktu itu hanya mencapai Rp 2 triliun menjadi Rp 205 triliun di tahun 2020. Bahkan nilai di tahun 2020 meningkat dari 2019 yang hanya mencapai Rp 145 triliun jadi pertumbuhannya luar biasa. Dengan adanya kolaborasi antara sektor perbankan dan fintech memberikan keuntungan kedua belah pihak.

“Karena masing-masing mempunyai keunggulan masing-masing Tidak dapat dipungkiri fintech telah mendistribusi berbagai aspek perekonomian termasuk bagi sektor keuangan,” ucapnya.

Perbankan sebagai  industri dengan porsi terbesar di sektor keuangan  perlu melakukan kolaborasi dengan fintech dalam memberikan pelayanan keuangan maupun penciptaan produk keuangan baru kepada konsumen. Dengan kolaborasi ini  akan memberikan manfaat bagi perbankan, fintech  dan tentunya bagi perekonomian nasional.

“Sebagaiman kita ketahui  perbankan dan fintech memiliki keunggulan masing-masing  misalnya data base, konsumen, dan dana yang besar di sektor  perbankan. Sementara fintech memiliki teknologi terkini dan produk yang inovatif,” ucapnya.

Untuk ke depannya diharpakan kolaborasi tidak hanya kolaborasi tersebut tidak hanya dengan perbankan nasional saja tetapi  juga bisa menggaet Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sehingga dapat menjangkau sejumlah wilayah. Selain itu kolaborasi perbankan dan fintech diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan UMKM, ataupun juga dalam rangka memberikan social assistance kepada penduduk Indonesia yang kurang beruntung baik untuk percepatan pemberian kredit ataupun dalam rangka untuk chaneling dari berbagai bantuan pemerintah.

“Sehingga jauh lebih tepat guna,tepat sasaran dan akan memberikan outcome yang jauh lebih baik,” ucapnya.

Kolaborasi antara bank digital atau perbankan memiliki potensi baik bagi pengembangan bisnis perbankan atau fintech ini sendiri ataupun juga untuk perekonomian Indonesia maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Kemenkeu sangat mendukung kolaborasi perbankan dan fintech diharapkan bisa berdampak positif bagi sektor keuangan. Sehingga harapannya nantinya akan meningkatkan inklusi keuangan, menciptakan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat percaya BI dan OJK selaku otoritas di sektor keuangan pasti sudah menyiapkan ataupun mendorong terjadinya kolaborasi ini sehingga terus semakin harmonis dan terus berkembang,” kata Sudarto.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN