Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

PEMPROV DKI JAKARTA BERLAKUKAN PSBB KETAT

Kemenkeu Tegaskan Tidak Tambah Alokasi Bansos

Rabu, 16 September 2020 | 09:34 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, tidak akan menambah alokasi bantuan sosial (bansos) meskipun DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang dimulai 14 September 2020, lantaran pemerintah telah memperpanjang bansos tersebut hingga Desember mendatang."Bansos akan mencakup sampai Desember, sehingga dalam hal ini kami belum akan tambah,”kata Menkeu Sri Mulyanni dalam doorstop virtual, Selasa (15/9).

Ia mengatakan, pemerintah sudah menambah beberapa program bansos seperti bantuan presiden produktif bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan subsidi upah atau gaji bagi pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp 5 juta untuk peserta BP Jamsostek. Sedangkan PKH, sembako, bantuan tunai, bansos Jabodetabek, dan bansos non-Jabodetabek sudah mencakup sampai Desember. Oleh karena itu, pemerintah akan fokus pada penyaluran dana melalui program yang sudah ada.

“Untuk DKI dan daerah lainnya yang selama ini ada kenaikan dukungan belanja sosial sudah mencakup keseluruhan yang selama ini sudah disampaikan,”jelasnya.

Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana agar masyarakat bisa mendapatkan bansos dan kondisi ekonomi secara bertahap bisa pulih. Adapun hingga 2 September 2020, realisasi anggaran untuk perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai Rp 128,05 triliun atau setara 62,8% dari pagu Rp 203,91 triliun.“Sehhingga keduanya bisa menjadi faktor pendukung pemulihan ekonomi terutama masyarakat bawah," tutur dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN