Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kemiskinan Satu Digit, Ketimpangan Menyempit

Oleh Kristianus Arnoldus dan Imam Suhartadi, Selasa, 17 Juli 2018 | 13:24 WIB

JAKARTA – Tingkat kemiskinan di Indonesia menurun ke level satu digit, yakni 9,82%, atau setara 25,95 juta orang. Sejalan dengan itu, indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan juga menurun. Pada saat bersamaan, tingkat ketimpangan pengeluaran yang diukur dengan rasio Gini juga menurun ke posisi 0,389.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengklaim bahwa tingkat kemiskinan 9,82% pada Maret 2018 itu merupakan yang terendah dalam sejarah dan inilah pertama kali persentase penduduk miskin mencapai satu digit.


Ini untuk pertama kalinya satu digit dan terendah. Tapi, kita masih punya banyak pekerjaan rumah, bagaimana agar kebijakan lebih tepat untuk mempercepat penurunan jumlah penduduk miskin. Sebab, yang dikeluhkan selama ini adalah kecepatan penurunannya yang lambat,” kata Suhariyanto dalam jumlah pers di kantornya, Jakarta, Senin (16/7).


Penduduk miskin adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Standar Garis Kemiskinan adalah rata-rata pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp 401,2 ribu, yang terdiri atas pengeluaran untuk makanan sebesar Rp 294,8 ribu dan nonmakanan Rp 106,4 ribu.


Suhariyanto menjelaskan, jumlah penduduk miskin sebesar 25,95 juta orang ini berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Maret 2018. Angka tersebut berkurang sebesar 633,2 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang atau 10,12%.

Persentase penduduk miskin di perkotaan tercatat 7,02%, sedangkan di daerah perdesaan 13,20%. Selama periode September 2017–Maret 2018, kata Suhariyanto, jumlah penduduk miskin di perkotaan turun sebanyak 128,2 ribu orang, sementara di perdesaan turun sebanyak 505 ribu orang. (hg)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/komoditas-makanan-berperan-besar/177893

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA