Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menaker Ida Fauziyah. Sumber: Humas Kemnaker

Menaker Ida Fauziyah. Sumber: Humas Kemnaker

Kemnaker Jalankan 3 Langkah Strategis untuk Kurangi Pengangguran

Arnoldus Kristianus, (elgor)  Selasa, 30 Juni 2020 | 16:54 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya melakukan tiga langkah strategis guna menekan angka pengangguran di masa pandemi Covid-19. Hingga Rabu (27/5) sudah ada 1.757.464 tenaga kerja yang terdampak pandemi Covid-19.

Jumlah ini terbagi dalam tenaga kerja sektor formal yang terdampak 1.058.284 orang dirumahkan, dan yang di-PHK sebanyak 380.211 orang. Di saat yang sama tenaga kerja di sektor informal, usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) yang sudah terdampak sebanyak 318.959 orang.

“Langkah strategis itu mulai dari refocusing anggaran hingga perubahan kebijakan untuk mempertimbangkan kelangsungan usaha dan perlindungan bagi pekerja,” ucap Ida Fauziyah, dalam pernyataan resmi yang diterima Selasa (30/6).

Ia mengatakan, tiga langkah tersebut adalah pertama, Kemnaker tetap melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas melalui program BLK Tanggap Covid-19.

Menaker Ida Fauziyah. Sumber: Humas Kemnaker
Menaker Ida Fauziyah. Sumber: Humas Kemnaker

Dalam program ini, peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga mendapatkan insentif pascapelatihan.

Selama masa pandemi, sejumlah BLK juga difungsikan sebagai dapur umum dan sentra produksi alat pencegahan penyebaran Covid-19 seperti hand sanitizer, APD, masker, wastafel portable, serta produk makanan olahan.

“Seluruh hasil produksi BLK didistribusikan secara gratis bagi masyarakat yang terdampak pandemi,” ucap Ida.

Kedua, program pengembangan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja/buruh terdampak Covid-19 berupa program padat karya dan kewirausahaan.

Ketiga, Kemnaker juga telah membuka layanan informasi, konsultasi, dan pengaduan bagi pekerja/buruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

“Tiga langkah strategis tersebut selaras dengan 6 jaring pengaman sosial pemerintah dalam mengatasi Covid-19,” ucap Ida.

Adapun enam jaring pengaman sosial pemerintah dalam mengatasi Covid-19, yaitu, pertama, stimulus ekonomi bagi pelaku usaha agar dapat bertahan di masa pandemi, serta tetap mampu mempekerjakan pekerja/buruh.

Kedua, insentif keringanan pajak penghasilan maupun bunga kredit bagi para pekerja di sektor formal. Ketiga, program jaring pengaman sosial melalui bantuan sosial bagi para pekerja formal maupun pekerja informal. Keempat, prioritas Kartu Prakerja bagi korban ter-PHK dan dirumahkan.

“Posisi Kemnaker dalam program Kartu Prakerja ini menjadi mitra aktif melalui platform Sisnaker,” katanya.

Kelima, masifikasi program padat karya dan kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja. Keenam, perlindungan terhadap pekerja migran baik di negara penempatan maupun setelah kembali ke Indonesia.

Sebelum pandemi Covid-19, kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sedang mengalami tren positif. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat pengangguran yang menurun hingga mencapai 4,9% pada Februari 2020. 

Penurunan ini  terjadi karena kerja keras pemerintah bersama stakeholders Ketenagakerjaan, baik dalam hal peningkatan kompetensi dan produktivitas, menjaga kondusifitas hubungan industrial, serta berbagai program perluasan kesempatan kerjadi masyarakat. Namun, pandemi Covid-19 memberikan dampak di seluruh sektor perekonomian termasuk ketenagakerjaan.

“Kemnaker juga berusaha menekan angka pengangguran agar tidak tembus 2 digit,” kata Ida.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN