Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Kebijakan Publik Sutrisno Iwantono

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Kebijakan Publik Sutrisno Iwantono

Kenaikan PPN akan Pengaruhi Konsumsi Masyarakat Menengah dan Bawah

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:49 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Kebijakan Publik Sutrisno Iwantono mengatakan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperkirakan akan langsung berdampak ke perekonomian masyarakat kecil. Sebab pengenaan PPN ini langsung dirasakan oleh konsumen dari naiknya harga barang.

“Dengan pengertian incomenya tetap, harganya naik maka tingkat kesejahteraan menjadi turun. Apalagi kalau sebagian besar dari UMKM dan lapisan bawah yang paling terpuruk saat pandemi ini,” ucap Iwan dalam Zoominari Kebijakan Publik Arah Kebijakan Pajak Dikala Pandemi pada Jumat (11/6).

Saat ini konsumsi rumah tangga menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I 2021 komponen konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 56,93% ke pertumbuhan ekonomi nasional. Saat PPN dinaikan maka sektor tersebut yang akan terkena.

“Lapisan bawah akan cukup terdampak, kalau lapisan atas tingkat pengeluaran untuk konsumsi lebih rendah dibandingkan pembelian barang yang tersier,” ucapnya.

Dia mengatakan bila pemerintah ingin meningkatkan tarif PPN maka pemerintah harus melakukan di waktu yang tepat. Penetapan tarif juga perlu diperhatikan apakah menggunakan single tariff atau multi tariff. Lebih lanjut Iwan mengatakan pemerintah perlu melihat sumber-sumber penerimaan dari sektor lain yang belum terjangkau.

“Misalnya untuk pajak digital banyak pelaku dari luar negeri yang berbisnis di Indonesia tidak terjangkau. Kemudian menggali sumber-sumber perpajakan yang tidak punya efek distorsi ke ekonomi,” ucapnya.

Untuk perpajakan, Iwan mengatakan pemerintah perlu meningkatkan transparansi dan administrasi dari perpajakan. Diharapkan dengan adanya transparansi sistem penarikan menjadi lebih efisien. Menurutnya banyak wajib pajak yang ingin taat tetapi begitu melihat administrasi yang rumit akhirnya mereka menjadi enggan untuk mematuhi kewajiban membayar pajak.

“Saya kira ini perlu dilakukan kembali administrasi perpajakan yang lebih mudah, transparan dan akomodatif. Kemudian jangan terlalu menakut-nakuti kalau orang takut ini akan mempengaruhi minat pengusaha untuk memulai bisnis,” kata Iwan.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo
Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan saat ini kinerja PPN Indonesia masih di bawah rata-rata negara Asia, penyebabnya antara lain pengecualian yang terlalu banyak. Mengenai kenaikan tarif PPN, ia menuturkan saat ini pemerintah justru memberikan insentif perpajakan untuk masyarakat yang terdampak pandemi.

“Tidak ada pemungutan pajak yang agresif justru untuk menolong masyarakat,” ucap Yustinus dalam kesempatan yang sama .

Namun pemerintah juga perlu memikirkan upaya lebih lanjut pasca pandemi, termasuk untuk menyehatkan APBN kembali. Saat ini pemerintah sudah memasukan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) ke masyarakat. Namun belum ada pembahasan lebih lanjut tentang hal tersebut sebab pemerintah masih mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

“Jadi tidak benar kalau dalam waktu dekat akan ada pajak sembako, jasa pendidikan, dan kesehatan. Kami masih terus mendengarkan aspirasi banyak pihak, dalam konteks itu kita ingin memperbaiki apa yang sekarang ada,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN