Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ketimpangan Turun, Rasio Gini 0,40

Selasa, 19 April 2016 | 15:35 WIB
Oleh Yosi Winosa dan Tri Murti

JAKARTA – Indeks rasio gini atau tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Indonesia pada September 2015 sedikit membaik menjadi 0,40 dibandingkan posisi Maret 2015 yang sebesar 0,41. Perbaikan rasio gini ini mengindikasikan penurunan ketimpangan pengeluaran masyarakat kelompok atas dan terbawah di Indonesia, terutama di perkotaan dari 0,43 menjadi 0,42, sedangkan di perdesaan stagnan di level 0,33.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyatakan, ada enam faktor yang menyebabkan ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia membaik. Pertama, kenaikan upah buruh pertanian sebesar 1,21% dari Rp 46.180 pada Maret 2015 menjadi Rp 46.739 pada September 2015.

Kedua, kenaikan upah buruh bangunan sebesar 1,05% menjadi Rp 80.494 pada September 2015 dari Rp 79.657 pada Maret 2015. Ketiga, terjadi peningkatan jumlah pekerja bebas, baik pertanian maupun non-pertanian, lalu peningkatan jumlah pekerja bebas yang naik dari 11,9 juta pada Februari 2015 menjadi 12,5 juta orang pada Agustus 2015.


Sedangkan faktor yang keempat adalah, terjadi kenaikan pengeluaran yang merefleksikan peningkatan pendapatan kelompok penduduk bawah yang tidak lepas dari upaya pembangunan infrastruktur padat karya, bantuan sosial (pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan) serta perbaikan pendapatan PNS golongan bawah.


Lalu, kelima, kenaikan persentase penduduk perkotaan dari 52,55% pada Maret 2015 menjadi 53,19% pada September 2015. “Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan migrasi dari desa ke kota yang menyebabkan semakin tingginya upah yang diterima buruh kasar,” kata dia.


“Keenam, terjadi kenaikan pengeluaran kelompok penduduk bawah yang lebih cepat dibandingkan kelompok penduduk atas pada periode Maret-September 2015,” kata Suryamin, di Jakarta, Senin (18/4).

Berdasarkan provinsi, perbaikan ketimpangan pengeluaran secara signifikan terjadi di Lampung, Kalimantan Tengah, dan Papua yang masing-masing turun 0,03 menjadi 0,35, 0,30 dan 0,39. (jn/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/macroeconomics/rasio-gini-diumumkan-maret-dan-september/143027

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN