Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Komoditas Makanan Berperan Besar

Oleh Arnoldus Kristianus dan Imam Suhartadi, Selasa, 17 Juli 2018 | 13:20 WIB

Peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan nonmakanan, seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 73,48%, naik dibandingkan kondisi September 2017 sebesar 73,35%.


Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai GK di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, dan gula pasir. “Sedangkan komoditas nonmakanan yang berpengaruh besar terhadap nilai GK adalah perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan,” kata Suhariyanto.


Persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 21,20%, dan terendah di Pulau Kalimantan, sebesar 6,09%. Namun, dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa (13,34 juta orang) dan terendah di Pulau Kalimantan (0,98 juta orang).


Selama periode September 2017–Maret 2018, Garis Kemiskinan naik 3,63%, yaitu dari Rp 387.160 menjadi Rp 401.220 per kapita per bulan. Untuk perkotaan, GK sebesar Rp 416,6 ribu, meliputi pengeluaran makanan Rp 295,3 ribu dan nonmakanan Rp 120,3 ribu. Adapun GK perdesaan ditetapkan Rp 383,9 ribu, terdiri atas pengeluaran makanan Rp 294,3 ribu dan nonmakanan Rp 89,6 ribu.



Pada Maret 2018, makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK adalah beras sebesar 20,95% (perkotaan) dan 26,79% (perdesaan). Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK, sebesar 11,07% di perkotaan dan 10,21% di perdesaan. (hg)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/kedalaman-kemiskinan/177892

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA