Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjadja Kamdan. Foto: ISTi

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjadja Kamdan. Foto: ISTi

LPI Diharapkan Menumbuhkan Geliat Investasi

Selasa, 16 Februari 2021 | 22:33 WIB
Triyan Pangstuti

JAKARTA, investor.id - Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) siap beroperasi, karena struktur organisasi sudah lengkap yang terdiri dari Dewan Pengawas hingga Dewan Direksi.  

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani menyambut positif terkait susunan organisasi LPI yang sudah lengkap. Di satu sisi ia berharap kehadiran LPI dapat semakin menumbuhkan geliat investasi di Tanah Air.

"Kami menyambut baik keberadaan LPI bisa menjadi trigger positif untuk iklim usaha dan investasi di Indonesia apabila LPI betul-betul dijalankan sesuai konsepsi awalnya, independen, profesional dan akuntabel" tegasnya saat dihubungi, Selasa (16/2/2021)

Presiden Joko Widodo perkenalkan pengelola INA, Selasa (16/2/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo perkenalkan pengelola INA, Selasa (16/2/2021). Sumber: BSTV

 

Ia mengatakan LPI  akan sangat potensial meningkatkan daya tarik investasi di sektor-sektor investasi yang padat modal APBN atau perlu kerjasama dengan pemerintah karena risiko tinggi atau komitmen investasinya perlu jangka panjang.

Shinta optimistis bahwa iklim investasi di tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya di tahun lalu saja penerimaan investasi secara kuartalan meningkat sejak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja. Hal ini tercermin dari Penanaman Modal Asing Masuk (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Apabila mengacu data BKPM realisasi  investasi sepanjang tahun lalu Rp 826,3 triliun. Realisasi ini mencapai 101,1 persen dari target investasi yang ditetapkan tahun lalu sebesar Rp 817,2 triliun.

Kemudian realisasi investasi pada kuartal IV-2020 sebesar Rp 214,7 triliun, atau tumbuh 3,1% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Secara rinci untuk investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebanyak Rp103,6 triliun atau mencapai 48,3% dari total realisasi investasi, jika dibandingkan pertumbuhan secara kuartalan naik 0,8% dan tahunan tau year on year naik 0,7%

Presiden Joko Widodo perkenalkan pengelola INA, Selasa (16/2/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo perkenalkan pengelola INA, Selasa (16/2/2021). Sumber: BSTV

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp111,1 triliun atau sebanyak 51,7% dari total investasi. PMA di kuartal IV naik hingga 5,5% secara tahunan atau year on year, dan secara bulanan naik 4,6 %.

"Kami yakin dengan diselesaikannya aturan-aturan pelaksana UU Cipta Kerja investor-investor akan lebih tertarik ntk investasi di Indonesia, apalagi bila pemerintah mau terus melanjutkan reformasi struktural di sektor-sektor,"tuturnya.

Di sisi lain, Shinta meminta pengendalian pandemi dan normalisasi ekonomi juga harus dilakukan segera agar dapat menarik banyak investor dari luar negeri ke dalam negeri.

"Bila tahun ini kita bisa segera mengendalikan pandemi dan trend penurunan penyebarannya juga konsisten dalam jangka pendek-menengah di tambah dengan normalisasi ekonomi global dan pembukaan perbatasan, indonesia bisa menarik banyak investasi," ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN