Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)

Menkeu Dukung Instrumen Fiskal untuk Tahan Pelebaran CAD

Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:16 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung dalam memastikan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) tidak semakin melebar hingga akhir tahun dengan menggunakan instrumen fiskal.

“Kami siap menggunakan instrumen fiskal untuk membantu kementerian terkait dan juga inisiatif dari pemerintah daerah untuk bisa meningkatkan ekspor,” kata Sri Mulyani Jakarta, Selasa, seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan akan terus melakukan koordinasi dan pembahasan dengan kementerian yang berhubungan dengan moneter dan energi seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian ESDM. Diakuinya koodinasi akan lebih diutamakan dengan Kementerian ESDM karena melebarnya CAD terkait adanya impor minyak dan gas yang tinggi.

“Pokoknya kami siap dengan seluruh instrumennya membantu kementerian terkait dan pemerintah daerah yang bisa ikut memecahkan masalah CAD itu. Semuanya yang memiliki portofolio di mana penyumbang dari trade maupun account deficit itu terjadi,” kata Sri Mulyani.

Pihaknya juga akan mendalami formulasi kebijakan makro jika ada masukkan dari kementerian atau lembaga lain maupun pemda termasuk juga pengusaha. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan.

“Jadi feedback dan hubungan kami dengan seluruh K/L maupun pemda dan para pengusaha akan terus kita harapkan supaya kita juga bisa terus menyesuaikan kebijakan kita sesuai kebutuhan,” katanya.

Sebelumnya pada Jumat (9/8), Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Wijanarko mengatakan bahwa defisit neraca transaksi berjalan atau pada triwulan II 2019 melebar dari US$ 7,0 miliar atau 2,6% dari PDB pada triwulan 1 2019 menjadi US$ 8,44 miliar atau 3,04% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Onny menyebutkan, kinerja ekspor nonmigas menurun sejalan dampak perekonomian dunia yang melambat yaitu ekspor nonmigas sebesar US$ 37,2 miliar yang turun dibanding capaian pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 38,2 miliar. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA