Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN mengimbau direksi BUMN untuk rajin tinjau lapangan.

Menteri BUMN mengimbau direksi BUMN untuk rajin tinjau lapangan.

Menteri BUMN: Pimpinan BUMN Harus Aktif Turun Lapangan

Sabtu, 16 Januari 2021 | 14:15 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Kementerian BUMN mendorong dewan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  untuk lebih aktif melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan terjun ke lapangan, pemimpin perusahaan bisa mengetahui kendala dan hal hal apa saja yang perlu dilakukan agar perusahaan bisa maju.

“Banyak pemimpin BUMN hanya duduk di meja. Ini yang juga saya challenge, karena itu yang dicontohkan oleh bapak Presiden Jokowi juga bahwa sebagai pemimpin tidak hanya mengarahkan tetapi melihat apa yang terjadi real story atau kejadian yang terjadi di bawah,” ucap Erick dalam Temu Account Officer (AO) dan Nasabah PT Penyertaan Nasional Madani/PNM (Persero) yang berlangsung Sabtu (16/1). 

Erick juga menekankan agar para petinggi BUMN untuk tidak menutup diri terhadap kritik dan saran atas kinerja yang telah dijalankan. Pada kesempatan tersebut Erick juga mengimbau  para AO untuk berani memberikan masukan pada direksi.  Langkah ini  diperlukan untuk meningkatkan kinerja PNM. 

Ia juga mengharapkan direksi BUMN  untuk bekerja dengan hati nurani. Saat ini ada 48.700 karyawan PNM yang ada di 4.450 kecamatan.  Untuk AO sendiri terdiri  99%  perempuan dan 98% usia di bawah 25 tahun yang berarti termasuk dalam generasi milenial.

“Karena ini era keterbukaan ini era transparansi adik adik AO jangan takut kalau ada kritik saran. Saya selalu mengajarkan bahwa bumn ini terbuka dengan kritik dan saran. Karena kritik dan saran adalah obat terbaik tetapi kalau pujian  adalah racun,” tutur Erick. (ark)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN