Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Neraca Pembayaran Indonesia Surplus US$ 11,59 Miliar

Sabtu, 10 Februari 2018 | 23:02 WIB
Oleh Kunradus Aliandu dan Nasori

JAKARTA- Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2017 surplus US$ 11,59 miliar ditopang kenaikan transaksi modal dan finansial, terutama karena meningkatnya investasi langsung maupun portofolio. Kondisi iklim investasi di Indonesia yang semakin kondusif menjadi salah satu alasan lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency menaikkan rating Indonesia, dari BBB-/Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil.

 

Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan mengatakan, NPI tahun lalu surplusnya relatif besar, meski turun dibanding 2016, dengan defisit transaksi berjalan yang terus membaik dan terkendali di bawah 2,0% dari produk domestik bruto (PDB).

 

Hal itu membuat posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2017 meningkat menjadi US$ 130,2 miliar, tertinggi dalam sejarah. Sedangkan secara nominal, NPI tahun lalu turun dari US$ 12,09 miliar tahun 2016 menjadi US$ 11,59 miliar.

 

“Defisit transaksi berjalan tahun 2017 yang sebesar US$ 17,3 miliar juga hanya 1,7% dari PDB, lebih rendah dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang sebesar 1,8% dari PDB. Perbaikan defisit transaksi berjalan tersebut antara lain bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas,” paparnya dalam keterangan pers yang dirilis di Jakarta, Jumat (9/2).

 

Sedangkan secara nominal, defisit transaksi berjalan tahun 2017 tercatat sebesar US$ 17,29 miliar, dengan rincian defisit sebesar US$ 2,18 miliar kuartal I, US$ 4,80 miliar kuartal II, US$ 4,56 miliar kuartal III, dan US$ 5,76 miliar kuartal IV. Nominal defisit tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2016 senilai US$ 16,95 miliar, dengan rincian defisit kuartal I US$ 4,63 miliar, US$ 5,57 miliar kuartal II, US$ 4,95 miliar kuartal III, dan US$ 1,80 miliar kuartal IV.

 

Defisit neraca transaksi berjalan tahun 2017 bersumber dari deficit neraca jasa-jasa dan defisit neraca pendapatan primer, sedangkan untuk neraca perdagangan barang surplus. Defisit neraca jasa-jasa pada 2017 mencapai US$ 7,86 miliar, meningkat dibanding tahun 2016 senilai US$ 7,08 miliar.

 

Defisit neraca pendapatan primer juga naik dari US$ 29,65 miliar tahun sebelumnya menjadi US$ 32,84 miliar. Sedangkan surplus neraca perdagangan barang meningkat menjadi US$ 18,89 miliar, dibandingkan tahun 2016 sebesar US$ 15,32 miliar. (c02/en)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/macroeconomics/kondusif-investasi-meningkat/171822

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN