Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia.

Bank Indonesia.

SETELAH HAMPIR 9 TAHUN DEFISIT

Neraca Transaksi Berjalan Surplus US$ 1 Miliar

Sabtu, 21 November 2020 | 11:36 WIB
Triyan Pangastuti ,Nasori

JAKARTA, investor.id – Neraca transaksi berjalan Indonesia secara kuartalan kembali membukukan surplus setelah hampir sembilan tahun mengalami defisit. Pada kuartal III-2020, transaksi berjalan mencatat surplus US$ 1 miliar (0,4% dari PDB), setelah pada kuartal sebelumnya defisit sebesar US$ 2,9 miliar (1,2% dari PDB).

“Surplus transaksi berjalan ditopang oleh surplus neraca barang seiring dengan perbaikan kinerja ekspor di tengah masih tertahannya kegiatan impor sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (20/11).

Onny Widjanarko. Foto: IST
Onny Widjanarko. Foto: IST

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Investor Daily dari data beberapa Laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), surplus transaksi berjalan terakhir kali dibukukan oleh perekonomian Indonesia pada kuartal III-2011 yaitu sebesar US$ 766 juta.

Pada kuartal berikutnya, yaitu kuartal IV-2011, neraca transaksi berjalan mengalami kemerosotan tajam hingga defisit atau minus US$ 2,3 miliar. Kendati demikian, neraca transaksi berjalan setahun penuh 2011 masih tetap surplus US$ 1,69 miliar dan baru pada tahun-tahun berikutnya neraca transaksi berjalan terus defisit.

Meski pada kuartal ketiga mencatatkan surplus US$ 1 miliar, namun secara year to date (ytd) hingga September 2020 neraca transaksi berjalan masih mencatatatkan defisit sebesar US$ 5,65 miliar. Hal ini karena pada kuartal pertama dan kedua mencatatkan defisit masing- masing sebesar US$ 3,75 miliar dan US$ 2,90 miliar.

Naraca Pembayaran Indonesia (NPI) Tahunan
Naraca Pembayaran Indonesia (NPI) Tahunan

Sementara itu, BI mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2020 kembali mencatat surplus, menopang ketahanan eksternal Indonesia. NPI mencatat surplus sebesar US$ 2,1 miliar pada triwulan III-2020, melanjutkan capaian surplus sebesar US$ 9,2 miliar pada triwulan sebelumnya.

“Surplus NPI yang berlanjut tersebut didukung oleh surplus transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial,” jelas Onny.

Sejalan dengan perkembangan surplus NPI tersebut, lanjut dia, posisi cadangan devisa pada akhir September 2020 meningkat menjadi sebesar US$ 135,2 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh peningkatan defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang masih rendah, serta peningkatan defisit jasa lainnya seper ti jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi seiring peningkatan impor jasa untuk kebutuhan penunjang aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara daring selama pandemic Covid-19.

Neraca transaksi berjalan kuartalan
Neraca transaksi berjalan kuartalan

Sedangkan defisit neraca pendapatan primer meningkat, terutamadidorong oleh pembayaran imbal hasil atas investasi langsung yang meningkat.

Dia menambahkan, transaksi modal dan finansial pada kuartal III-2020 mencatat surplus, di tengah penyesuaian aliran modal karena meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi modal dan finansial kembali mencatat surplus sebesar US$ 1,0 miliar (0,4% terhadap PDB), setelah mengalamisurplus sebesar 10,6 miliar dolar AS (4,3% terhadap PDB) pada triwulan sebelumnya.

“Surplus tersebut ditopang oleh aliran masuk investasi langsung dan neto investasi lainnya, di tengah penyesuaian investasi portofolio seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Aliran masuk investasi langsung tetap terjaga sejalan dengan ekonomi domestic yang membaik,” ujar Onny.

Sedangkan transaksi investasi lainnya mengalami surplus didorong oleh penarikan pinjaman Pemerintah dalam rangka mendukung pembiayaan penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta penarikan simpanan sektor swasta di luar negeri, sejalan dengan kebutuhan pembayaran pinjaman luar negeri.

Neraca transaksi berjalan tahunan
Neraca transaksi berjalan tahunan

Sementara itu, investasi portofolio mencatat net outflows sebesar US$ 1,9 miliar, setelah mencatat net inflows sebesar US$ 9,8 miliar pada triwulan sebelumnya.

“Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, dan berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik tetap terjaga,” katanya.

Ke depan, menurut Onny, Bank Indonesia (BI) senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. (ts/ns/sny)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN