Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pelatihan di BLKI Lombok Timur Terkendala Listrik

ah, Sabtu, 3 Januari 2015 | 19:20 WIB

LOMBOK TIMUR - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan masalah kelistrikan masih menjadi salah satu kendala dalam proses pelatihan dan pembinaan calon tenaga kerja di Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI), Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Percuma kalau ada alat-alat komputer yang banyak, tapi tidak bisa dioptimalkan karena kondisi listrik yang belum bagus," katanya ketika mengecek fasilitas komputer yang ada di BLKI, di Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu.

Dalam kunjungan tersebut, Menaker didampingi Dirjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker, Khairul Anwar, Wakil Gubernur NTB H M Amin, Kadisnakertrans NTB H Wildan, dan Kadisnakertrans Kabupaten Lombok Timur M Aminullah.

Pada kesempatan itu, Menaker memberikan sambutan tanpa alat pengeras suara meskipun sudah disediakan oleh pengelola BLKI. Hal itu disebabkan karena kondisi listrik yang padam sejak pagi hingga sore hari.

Sementara pengelola BLKI belum memiliki generator pembangkit listrik yang bisa dimanfaatkan ketika terjadi pemadaman listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah itu.

Kadisnakertrans Kabupaten Lombok Timur M Aminullah, memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi ketika Menaker mengadakan kunjungan kerja secara mendadak.

"Saya mohon maaf pak menteri dengan adanya pemadaman listrik ini. Tapi inilah kondisi di Lombok. Tidak hanya di Kabupaten Lombok Timur yang mengalami masalah ini, tapi Kota Mataram sebagai Ibukota Provinsi NTB juga mengalami masalah serupa," ujarnya.

Wakil Gubernur NTB H M Amin, juga menyampaikan permohonan maaf atas kondisi kelistrikan di wilayahnya yang belum memuaskan, sehingga memberikan rasa kurang nyaman.

"Ya beginilah kondisi kelistrikan di daerah kami, mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah pusat terhadap kondisi kelistrikan di Lombok," katanya.

Sistem kelistrikan wilayah NTB mengalami defisit daya hingga 22 megawatt (MW) saat beban puncak akibat tertundanya pengoperasian PLTU Jeranjang Unit 1 dan 2 yang berkapasitas 225 MW. (ant/gor)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA