Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi APBN. Sumber: youtube

Ilustrasi APBN. Sumber: youtube

Pemerintah Optimis Anggaran Belanja akan Terserap Optimal pada Kuartal IV 2022

Sabtu, 5 Nov 2022 | 19:19 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

 BOGOR, investor.id - Kementerian Keuangan(Kemenkeu) optimis bisa menggunakan sisa anggaran belanja Rp 1.192,5 triliun secara optimal pada kuartal IV 2022.  Catatan Kemenkeu menunjukan realisasi belanja negara hingga September 2022 baru 61,6% atau Rp 1.913,9 triliun dari pagu Rp 3.106,4 triliun. Dengan realisasi tersebut pemerintah masih harus merealisasikan anggaran belanja Rp 1.192,5 triliun hingga akhir tahun 2022.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya mengatakan secara historis tren belanja pada kuartal IV 2022 berada di kisaran Rp 900 triliun sampai Rp 970 triliun. Sedangkan selisih antara Rp 1.192,5 triliun dengan Rp 900 triliun akan digunakan untuk membayar subsidi dan kompensasi Bahan Bakar Minyak(BBM).

“Kami optimis akan terserap sampai akhir tahun, karena normalnya begitu secara tren historis. Pada kuartal IV belanja kita selalu mencapai Rp 900 triliun selama tiga bulan," ucap Made dalam media gathering di di Swiss Belhotel Bogor pada Jumat (4/11)malam.

Kemenkeu Sebut Realisasi Anggaran PCPEN Baru 56,2%

Advertisement

Made merinci jika dilihat pada kuartal IV realisasi belanja bisa menyentuh angka Rp 900 triliun karena terjadi lonjakan belanja. Kegiatan belanja barang dan belanja modal kita yang dilaksanakan secara kontraktual biasanya jatuh tempo di bulan Desember.

“Pembayaran termin akan berakhir di Desember, sehingga transaksi akan selalu naik di kuartal IV khususnya di November dan Desember,” kata Made.

Dia menuturkan jika melihat pola belanja secara kontraktual , pemerintah baru membayarkan uang muka 20% dari nilai proyek. Pembayaran akan dilanjutkan secara bertahap sesuai dari progres proyek. Hal ini menyebabkan tagihan kepada pemerintah akan meningkat pada akhir tahun.

Kemenkeu Pastikan Dampak Hilirisasi Signifikan pada Devisa Negara 

“Rata-rata kalau kontraktor bagus, yang modalnya cukup baik, yang modalnya cukup baik, mereka malas wara-wiri. Dengan uang muka saja cukup kok, nanti ditagih pada bulan Desember. Makanya tagihan biasanya menumpuk di Desember,” kata Made.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara di kuartal IV akan diarahkan untuk mendorong sisi permintaan (domestik demand) sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal IV banyak anggaran yang akan dioptimalkan.

Kemenkeu Optimistis Inflasi Terjaga di Bawah 6% pada 2022

"Tapi di kuartal IV ini banyak sekali kebijakan fiskal dengan tujuan membelanjakan alokasi yang sudah ditetapkan. Kami berharap ini semua bisa dukung permintaaan dalam negeri di saat ekonomi global, permintaannya melemah,"kata Sri Mulyani. (ark)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com