Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) Teten Masduki

Menteri Koperasi dan Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) Teten Masduki

Pemerintah Perkuat Koperasi untuk Percepat Transformasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2020 | 20:29 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) terus berupaya mendorong transfromasi UKM yang dilakukam secara perseorangan menjadi usaha dalam skala bisnis besar. Sehingga produk yang dihasilkan juga lebih mudah terserap pasar. Untuk itu pemerintah melakukan penguatan koperasi untuk mendorong transformasi UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, selama ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kegiatannya termasuk dalam risiko bisnis tinggi belum terhubung dengan perbankan. Sehingga mengalami kesulitan pembiayaan.

“Kami sedang exercise dengan cara penguatan koperasi untuk mendorong UMKM di sektor yang high risk ini. Kami perkuat pembiayaan koperasi agar supaya koperasi bisa membeli produk dari petani dan nelayan secara tunai,” ucap Teten dalam diskusi virtual bertema Bangun UMKM di Tengah Multikrisis yang  berlangsung pada Kamis (15/10).

Ia mengatakan model seperti itu maka mungkin perbankan jika terdapat offtaker atau pembeli yang sudah pasti, produk petani, nelayan, dan peternak sudah pasti ada yang membeli maka pembiayaan akan mudah masuk. Teten mencontohkan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Tengah sudah mau memberikan jaminan pembiayaan kepada koperasi yang mau dijadikan oleh Kemenkop UKM sebagai pendorong UMKM di sektor produksi.

"Pendorong di usaha-usaha kecil perorangan ini ternyata menjadi penting untuk juga menghubungkan dengan offtaker sekaligus untuk memberikan kemudahan pembiayaan untuk masuk, karena faktor risiko tingginya dipikul oleh koperasi," ujar Teten Masduki.

Teten berpendapat dengan adanya Undang Undang Cipta Kerja juga menjadi salah satu langkah untuk mempercepat transformasi UMKM. Sebab melalui regulasi ini pemerintah memberikan kemudahan perizinan untuk mendorong Perseroan Terbatas (PT). Adanya kemudahan tersebut akan mempercepat UMKM naik kelas dari sektor informal menjadi formal,

“Bahkan kami ingin kedepannya semua umkm terhubung ke lembaga perbankan, lembaga pembiayaan formal, termasuk terhubung ke perpajakan yang penting juga mereka BPJS,” ucapnya

Teten juga mendorong pelaku UMKM menjalin kemitraan dengan usaha skala besar agar bisa bertahan dan melakukan ekspansi bisnis. Dalam Bab V UU Cipta Kerja disebutkan pemerintah akan memberikan insentif bagi pengusaha besar yang bermitra dengan UMKM. Ketentuan insentif itu tertuang dalam bagian enam tentang kemitraan dalam Bab V UU Cipta Kerja, tepatnya dalam pasal 90 ayat (1) yang berbunyi:  Pemerintah Pusat dan  Pemerintah  Daerah  sesuai  dengan kewenangannya    wajib memfasilitasi,    mendukung,    dan menstimulasi  kegiatan kemitraan Usaha Menengah dan Usaha Besar dengan Koperasi,  Usaha Mikro, dan Usaha Kecil yang  bertujuan  untuk  meningkatkan  kompetensi  dan level usaha.

"Kami mendorong kemitraan (UMKM) dengan usaha besar. Ini sangat penting, bagaimana industri di Jepang dengan UMKM. Dalam skala kecil  dmisalnya  di sektor logam, banyak UMKM lokal sudah banyak yang jadi pemasok  Astra," ucap Teten.

UMKM saat ini juga harus bertransformasi ke arah digital agar bisa mengoptimalkan usaha. Dengan masuk dunia digital akan mempermudah pemasaran dan menghemat biaya produksi. Saat ini pola konsumsi masyarakat juga sudah berubah dari konvensional ke online.

“Apalagi sekarang dengan pola konsumsi yang berubah bukan saja karena pandemi Covid-19 tetapi memang trennya sudah mengarah ke belanja secara online. Mau tidak mau kita harus segera mempercepat transportasi dari UMKM offline ke online,” tutur Teten.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN