Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pemerintah Perlu Tingkatkan Kualitas Pelaku Usaha

Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah, Jumat, 27 Juni 2014 | 08:31 WIB

YOGYAKARTA-Pemerintahan terpilih mendatang perlu perhatikan peningkatan kualitas pelaku usaha mikro dengan mengalokasikan anggaran guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih.

"Subsidi energi yang terlalu besar seharusnya dapat dialihkan untuk pelatihan dan pendidikan SDM, termasuk pelaku UKM, karena mereka akan menghadapi persaingan saat mulai diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015," kata Sri di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, pelaku usaha mikro di Indonesia seharusnya sesuai tahapanya mampu cepat tumbuh dan beralih menuju sektor ekonomi menengah.

Sementara itu, jumlah pelaku usaha mikro, kecil, menengah yang saat ini mencapai 400.000 orang tidak selalu menjadi prestasi yang dapat diandalkan guna menghadapi MEA 2015.

"Dengan banyaknya jumlah usaha mikro di Indonesia, menurut saya tidak membanggakan, karena mereka seharusnya sudah dapat beralih ke sektor usaha menengah," kata dia.

Ia menilai kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan melalui berbagai pelatihan yang dapat difasilitasi pemerintah, karena menentukan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

"Dengan pendidikan SDM, ekonomi kerakyatan akan bisa tumbuh berkembang, bukan berkutat pada sektor informal atau mikro terus menerus," kata dia.

Menurut dia sulit beralihnya pelaku usaha mikro ke sektor lainnya yang berskala lebih besar, disebabkan minimnya pelatihan yang mereka dapatkan. Hampir 90 persen pelaku usaha di Indonesia belum mendapatkan pelatihan.

"Dari sekitar 60 juta pelaku usaha mikro di Indonesia, hampir 90 persen belum mengikuti pelatihan. Bahkan sebagian dari mereka tidak lulus SD, sehingga minim pendidikan. Itu berarti pembangunan kualitas ekonominya rendah," kata dia.(*/hrb)

BAGIKAN