Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerjaan Pembangunan Bendungan Temef. (Dok)

Pekerjaan Pembangunan Bendungan Temef. (Dok)

PERIODE JANUARI-AGUSTUS 2019

Pemerintah Selesaikan 19 Proyek PSN Rp 87,7 T

haron Gracia Simampo, Rabu, 11 September 2019 | 12:58 WIB

JAKARTA, investor.id – Pemerintah telah menyelesaikan 19 proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai Rp 87,7 triliun selama periode Januari hingga Agustus 2019. Sedangkan secara kumulatif sejak 2016 hingga Agustus 2019, PSN yang telah  dirampungkan mencapai 81 proyek dengan nilai investasi mencapai Rp 390 triliun.

"Ke-19 PSN tersebut terdiri atas tiga bandara, lima jalan, empat kawasan, dua smelter, tiga bendungan, dan dua teknologi. Hari ini kami akan membahas mengenai kemajuan PSN dan langkah Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) ke depan,“ ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/9).

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo melaporkan status kemajuan 223 proyek ditambah tiga program PSN sejak diberlakukannya Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 hingga Agustus 2019.

Ia merinci, untuk 51 proyek PSN sudah selesai dengan nilai Rp 259 triliun, kemudian 27 proyek, 1 program ketenagalistrikan, dan 1 program pemerataan ekonomi dalam tahap konstruksi dan mulai beroperasi dengan nilai Rp 1.348 triliun.

Selain itu, juga ada proyek yang tengah dalam tahap konstruksi dan  akan beroperasi di 2019 senilai Rp 154 triliun. Serta 78 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi setelah 2019 sebesar Rp1.351 triliun.

"Untuk 5 proyek dalam tahap transaksi Rp 413 triliun, 39 proyek dan 1 program industri pesawat dalam tahap penyiapan Rp 621 triliun," paparnya.

Pembahasan lainnya terkait dengan  Peraturan Presiden tentang Hak Pengelolaan Terbatas (HPT)/ Limited Concession Scheme (LCS). Tak hanya itu, isu pembayaran pengadaan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) juga menjadi salah satu topik bahasan. Hal ini karena pentingnya persoalan pengadaan tanah.

“Pengadaan tanah merupakan salah satu kunci dari pembangunan infrastruktur. Jadi, perlu ada penyederhanaan dan kecepatan dalam proses pengadaan tanah,” tegas dia.

Adapun status kemajuan Program Ketenagalistrikan 35.000 MW dari Desember 2016 sampai Juli 2019, antara lain: 3.768 MW sudah beroperasi senilai Rp 101.7 triliun. Dengan rincian sebesar 21. 992,1 MW dalam tahap konstruksi; 7.515,1 MW sudah selesai Power Purchase Agreement (PPA) namun belum financial close; 1.453 MW dalam tahap pengadaan; dan 734 MW dalam tahap perencanaan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyebut, bahwa ada salah satu bendungan  baru yang akan dimasukkan ke dalam proyek strategis nasional (PSN).  Kendati demikian, ia enggan menjelaskannya secara detail, sebab masih perlu pembahasan bersama Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan perlunya menunggu keputusan dari Presiden.

"Bendungan umumnya oke-oke saja. Hanya tadi ada beberapa usulan bendungan baru tapi harus ditanyakan ke Presiden Jokowi apakah memang akan dimasukkan ke PSN dan sebagiannya," tutur dia. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA