Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Luky Alfirman, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPR) Kementerian Keuangan.dalam diskusi Zooming with Primus - Tren Investasi Milenial, Kamis (10/12/2020) live di Beritasatu TV. Sumber: BSTV

Luky Alfirman, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPR) Kementerian Keuangan.dalam diskusi Zooming with Primus - Tren Investasi Milenial, Kamis (10/12/2020) live di Beritasatu TV. Sumber: BSTV

Pemerintah Sukses Lakukan Transaksi Tender Offer

Selasa, 21 September 2021 | 10:35 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Pemerintah telah melakukan transaksi liability management di pasar global untuk pertama kalinya dengan skema tender offer untuk membeli kembali delapan seri global bond yang dimiliki oleh investor.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, antusiasme investor global untuk berpartisipasi pada transaksi ini tercermin dari jumlah instruksi tender yang diterima dari seluruh seri yang totalnya mencapai US$ 2,68 miliar.

“Antusiasme investor global untuk berpartisipasi dalam transaksi ini tercermin dari jumlah instruksi tender yang diterima,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9).

Dikatakannya, pemerintah pun memutuskan untuk melakukan pembelian kembali global bond senilai US$ 1,16 miliar dengan total pembayaran tunai atau cash consideration sebesar US$ 1,24 miliar.

Secara rinci, hasil transaksi tender offer empat dari delapan seri tersebut meliputi seri global bonds 3,75% yang jatuh tempo pada 2022 dengan jumlah pokok yang diterima untuk pembelian kembali sebesar US$ 515,19 juta dan faktor pronata 100%.

Kemudian seri global bonds 3,375% yang jatuh tempo pada 2023 dengan jumlah pokok yang diterima untuk pembelian kembali sebesar US$ 239,05 juta dan faktor pronata 75,9%.

Seri global bonds 5,375% yang jatuh tempo pada 2023 dengan jumlah pokok yang diterima untuk pembelian kembali sebesar US$ 180,78 juta dan faktor pronata 100%.

Seri global bonds 4,45% yang jatuh tempo pada 2024 dengan jumlah pokok yang diterima untuk pembelian kembali sebesar US$ 223,88 juta dan faktor pronata 100%.

“Transaksi liability management untuk Surat Berharga Negara dalam valuta asing di pasar global merupakan bagian dari upaya pengelolaan portofolio instrumen pembiayaan APB,” ujar Luky.

Menurutnya, pemeirntah telah berhasil mencapai tujuan pelaksanaan transaksi liability management ini, yakni untuk memperpanjang maturity profile instrumen global bond serta melakukan penghematan biaya utang dari penurunan beban bunga. Hal ini dengan memanfaatkan suku bunga pasar yang saat ini relatif rendah.

Pemerintah juga telah berhasil melakukan pricing atas global bond dalam denominasi dolar AS dengan format SEC Shelf Registered pada rangkaian transaksi liability management ini.

Nominal global bond yang diterbitkan adalah US$ 1,25 miliar dalam dua seri, yaitu re-tap atas INDON 2,150% 07/28/2031 atau seri RI0731 sebesar US$ 600 juta dan penerbitan baru untuk tenor 40 tahun US$ 650 juta.

Transaksi ini merupakan penerbitan dengan format SEC Registered yang kesepuluh dalam mata uang dolar AS dan sebagai langkah menjaga likuiditas pasar sekunder global bond dengan menyediakan instrumen yang dapat diperdagangkan oleh para investor global.

Selain untuk tujuan pembiayaan APBN secara umum, hasil neto dari penerbitan ini akan digunakan untuk membeli kembali sejumlah global bond Pemerintah melalui transaksi tender offer tersebut.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN