Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PNM Arief Mulyadi (tengah), bersama dengan Aktivis Brand Lokal Arto Soebiantoro (kanan) menjadi narasumber acara Bincang Pagi UMKM-PNM dengan tema Strategi UMKM Membangun Brand yang dimoderatori oleh St. Eries Adlin (kiri), Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Dirut PNM Arief Mulyadi (tengah), bersama dengan Aktivis Brand Lokal Arto Soebiantoro (kanan) menjadi narasumber acara Bincang Pagi UMKM-PNM dengan tema Strategi UMKM Membangun Brand yang dimoderatori oleh St. Eries Adlin (kiri), Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Peningkatan Kualitas Mutu Jadi Capaian Nasabah PNM

RAL, Rabu, 27 Februari 2019 | 21:04 WIB

JAKARTA- PT Permodalan Nasional Madani (Persero)  (PNM) menggelar Bincang Pagi UMKM – PNM dengan tema Strategi UMKM Membangun Brand, Jakarta, Selasa 26 Februari 2019. Acara yang dihadiri oleh Dirut PNM Arief Mulyadi dan Aktivis Brand Lokal Arto Soebiantoro ini menarik karena  konteksnya adalah pengembangan brand produk-produk lokal nasabah binaan PNM.

Perusahaan BUMN yang memfasilitasi keluarga prasejahtera dengan jargonnya jujur, disiplin,kerja keras ini ingin target pada tahun ini adalah meningkatkan kualitas mutu usaha dimana dibanding tahun lalu nasabah PNM hanya mengejar target pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Target capaian tahun ini juga termasuk dalam hal nasabah dapat menambah serapan tenaga kerja. Hal ini juga seiring dengan jargonnya yakni  jujur dalam mengelola dana, disiplin waktu dan mengelola usaha serta kerja keras untuk hasil yang lebih baik.

Di awal acara tersebut, Komisaris PT Permodalan Nasional Madani (Persero)  (PNM) Agus Muharram mengajak peserta UKM  untuk membuat hak merek produknya atau Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) disamping Hak Cipta untuk mempersiapkan bisnisnya  menjadi besar agar brand  itu tidak ditiru. Pengurusan  Hak merek atau HaKI memakan waktu 1 sampai dengan 2 tahun.

“Upaya PNM mengajak nasabah binaan untuk membuat hak merek secara gratis agar tidak terganggu saat bisnisnya sudah besar demi menghindari komplain pihak lain yang berujung tuntutan ganti rugi yang besar,” ujarnya.

Saat sesi acara, Dirut PNM Arief Mulyadi mengatakan bahwa PNM hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangun sebuah optimisme di masyarakat dalam berwirausaha, selalu yang dikedepankan diantaranya perihal mengatasi masalah lapangan kerja dan kesejahteraan. Mengingat PNM lahir di Era Reformasi, 1 Juni 1999 sebagai reaktualisasi TAP MPR No. 16 Tahun 1998 yaitu demokrasi ekonomi kerakyatan.

Berkaitan dengan hal itu, nasabah PNM berbagi pengalaman seperti yang disampaikan oleh nasabah UlaMM Tangerang Uni Linda dan nasabah Mekaar Kramat Jati Handayani.

Uni Linda yang mengatakan bahwa dirinya termasuk ibu-ibu yang tak tahu media sosial ini, bergabung dengan PNM di tahun 2016. Saat ini,  ia memproduksi dan  jualan online rendang se-kota Tangerang, Dengan plafon pinjamannya 200 juta untuk menjalankan usaha, ia mengaku setorannya ke PNM tak pernah gagal.

“Saya ssenang karena mudah mendapatkan pinjaman dan juga mendapat ilmu berjualan di media sosia, ilmu packaging, dan pembukuan,” ujarnya.

Sedangkan Handayani mengatakan bahwa sudah 2 tahun ia bergabung dengan PNM Mekaar dengan usaha kue kering dan kue basah. Ia mengaku bulan Desember 2018, dirinya mengikuti pelatihan dari mekaar yakni cara membuat rendang. Saat ini, Handayani memproduksi lemper ayam rendang, roti goreng cokelat meleleh, roti ayam rendang, pizza ayam rendang.

“Saya desain sendiri mereknya 'Maulida',” katanya.

Ia berkisah, sebelum bergabung, pendapatannya per hari sebesar Rp 200 ribu. Setelah dua tahun bergabung dengan Mekaar , pendapatannya naik menjadi 400 ribu perhari di luar pesenan.

Dalam usahanya dia dibantu oleh  suami yang bekerja sebagai Office Boy di salah satu BUMN.  Handayani pun aktif berjualan secara online di Facebook dan Whatsapp diperluas ke Instagram. “Keuntungan dari Mekaar, saya gunakan untuk ikut arisan dan kebutuhan keluarga,” katanya seraya menambahkan hal yang paling menarik menurutnya saat kuenya diborong Presiden Joko Widodo.

Seirama dengan berbagi pengalaman dua orang nasabah PNM tersebut, PNM juga mengundang Aktivis Brand Lokal Arto Soebiantoro. Aktivis yang memiliki acara Brand Adventure Indonesia yakni liputan 'memotret' UKM - UKM di daerah.dan belajar dari UKM tersebut menyayangkan kalau masih banyak pelaku industri UKM yang membandingkan dengan brand internasional atau brand yang sudah memiliki nama di pasar.

“Tidak salah memang karena mereka sudah pandai mendokumentasikan dan sudah dimulai dari tahun 60-an. Sebenarnya tidak bisa dibandingkan dengan mereka yang sudah memiliki nama sejak 60 tahun yang lalu,” katanya.

Arto pun berbagi beberapa resep dalam meningkatkan kualitas mutu dari singkatan kata Kerap Cinta. Yakni membangun merek berawal dari Kenal dimana konsumen diperkenalkan oleh pelaku UKM akan produknya secara berproses dari lingkup kecil menjadi besar. Kemudian, Rasa dimana pelaku UKM membangun dari fungsi dan emosi atas produknya. Sehingga, Paham karena di baliknya ada cerita. Akhirnya Cinta atas produk tersebut. 

Saat ini, PNM didukung oleh 30 ribu karyawan di 2.457 kantor PNM  yang tersebar di 34 provinsi. Inilah wujud pelaksanaan misi didirikannya PNM.

Di samping itu,  Dirut PNM Arief Mulyadi memaparkan kinerja PNM dimana ia mengungkapkan bahwa tahun 2018  menjadi tahun yang cukup monumental bagi PNM karena menjadi landasan PNM bersama nasabah binaan terus berkembang. Sebab dibandingkan year to year 2017,  aset PNM sebesar Rp 11.1 triliun meningkat di tahun 2018 menjadi 18.3 Triliun.  Naiknya aset sebesar 70%.

Hal positif juga dapat dilihat dari peningkatan jumlah nasabah di tahun 2017 sebesar 2.3 juta nasabah.  Sedangkan di tahun 2018 Mekaarnya saja dengan update terakhir sebesar 4.277.000.

“Sedangkan untuk jumlah nasabah UlaMM tidak terlalu banyak karena PNM ingin menciptakan role-role model yang bisa dicontoh. Per Desember 2018 hampir 70 ribu, jadi kalau nasabah di total per desember 2018  itu sekitar 4.127.000,” kata Arief.

Sementara saluran kredit saat ini sebesar Rp 15,4 triliun, dengan dana berasal dari capital market sebesar Rp 10 triliun dan sisanya dari bank komersial, dengan 4-5% pinjaman pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA