Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo umumkan BI tahan suku bunga acuan, Kamis (22/7/2021). Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo umumkan BI tahan suku bunga acuan, Kamis (22/7/2021). Sumber: BSTV

DUKUNG PEMBIAYAAN APBN,

Per 19 Juli BI Beli SBN Rp 124,13 Triliun

Kamis, 22 Juli 2021 | 16:42 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan akan tetap berkomitmen untuk mendukung pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Hal ini ditunjukkan dengan pembelian SBN di pasar perdana per 19 Juli 2021, BI sudah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp 124,13 triliun.

“Ini terdiri dari Rp 48,67 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme greenshoe option (GSO),” ujar Perry, Kamis (22/7).

Meskipun saat ini pemerintah telah menambah anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi Rp 744,75 triliun dari semula Rp 699,43 triliun.

Perry mengatakan bahwa kebijakan burden sharing dengan  SKB II 7 Juli 2021 sudah sudah tidak berlaku di tahun ini atau hanya berlaku di tahun 2020 (one off policy).

Untuk saat ini yang kesepakatan yang berlaku antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan yakni berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) I bersama dengan Kementerian Keuangan yang telah diperpanjang hingga 31 Desember 2021.

“Undang-Undang 2/2020 menggariskan gimana kebijakan fiskal ditempuh dan bagaimana BI berpartisipasi untuk pendanaan APBN. Untuk tahun 2021 sebagaimana telah disepakati antara Menteri Keuangan dan saya dalam SKB dilakukan dan diimplementasikan tentu saja BI pendanaan APBN 2021 sesuai dengan SKB yang ditandatangani,” tegasnya.

Perry memastikan koordinasi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang erat, untuk mempercepat stimulus fiskal dan mendorong permintaan di sektor riil.

Tak hanya itu, selain membeli SBN di pasar perdana, BI juga telah menambah likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan sebesar Rp 101,10 triliun per 19 Juli 2021.

“Kondisi likuiditas tetap longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN