Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perbaikan Ketiimpangan Karena Pengendalian Harga

Oleh Yosi Winosa dan Tri Murti, Selasa, 19 April 2016 | 15:20 WIB

Dihubungi terpisah, Deputi Bidang Koordinasi Fiskal dan Moneter Kemenko Perekonomian Bobby Hamzah Rafinus melihat perbaikan ketimpangan lantaran pengendalian harga komoditas pangan yang turut memperbaiki daya beli masyarakat miskin.


“Komoditas ini yang menaikkan biaya hidup masyarakat kita, khususnya masyarakat bawah. Jadi, tekanan dari sisi pengeluaran (masyarakat miskin) telah berkurang,” kata dia.


Menurut Bobby, dalam menurunkan tingkat kesenjangan ekonomi, pemerintah melalui berbagai paket kebijakan, memprioritaskan pembenahan sektor pangan. Dua sasaran di sektor pangan yang dibidik adalah bagaimana agar produksi dan pasokan bisa mengendalikan harga komoditas pangan, serta memperbaiki tata kelola niaga di sektor pangan, agar petani memperoleh peningkatkan pendapatan.


“Kita perhatikan secara serius kebutuhan pokok di komoditas pangan. Ini baru dari sisi pengeluaran, kita harapkan di pendapatan juga dapat diperbaiki,” kata dia.


Bobby berharap tingkat kesenjangan pendapatan masyarakat juga menurun. Untuk mendorong penurunan kesenjangan pendapatan, pertumbuhan pendapatan masyarakat miskin har us lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan masyarakat kaya.


Bobby berharap insentif yang telah diberikan seperti penurunan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dan pembukaan lapangan kerja karea ekspansi dunia usaha dapat memicu pertumbuhan pendapatan masyarakat miskin. “Ini seharusnya bisa memperbaiki jurang kesenjangan pendapatan masyarakat atas dan bawah,” ujar dia. (jn/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/home/infid-data-bps-perlu-dielaborasi-data-buruh/143024

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA