Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo menjajal Motor Listrik Gesits di Istana. Foto: Ristekdikti

Presiden Joko Widodo menjajal Motor Listrik Gesits di Istana. Foto: Ristekdikti

Perbaiki Ekosistem Investasi, Jokowi: Kita Harus Lebih Cepat Lagi

Novy Lumanauw, Rabu, 11 September 2019 | 18:10 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajaran menteri Kabinet Kerja bekerja lebih cepat untuk menarik lebih banyak investor asing berinvestasi di Tanah Air. Instruksi itu disampaikan menanggapi ketatnya persaingan antarnegara di kawasan Asia Tenggara dalam menarik investor untuk berinvestasi.

“Saya kira, kita harus lebih cepat lagi. Karena negara-negara pesaing kita, kompetitor-kompetitor kita, berlomba-lomba berbenah diri dengan tawaran yang lebih menarik untuk investasi,” kata Presiden Jokowi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Presiden Jokowi mengaku daya pikat Indonesia sebagai tujuan investasi masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Dari sejumlah 33 perusahaan asal Tiongkok yang memutuskan merelokasi bisnisnya ke Asia Tenggara, tidak satu pun yang masuk ke Indonesia.

“Itu menjadi sebuah catatan besar bagi kita. Dan, sampai saat ini, saya masih sering menerima keluhan para investor yang menghadapi kendala-kendala karena regulasi, karena perizinan untuk investasi di negara kita yang betul-betul proseduralnya terlalu banyak aturan, terlalu banyak UU-nya, berbelit-belit,” kata dia.

Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa di tingkat kementerian/lembaga masih banyak aturan yang sulit diprediksi. Bahkan, lanjutnya, banyak diskresi-diskresi yang dilakukan oleh kementerian sehingga aturan selalu berubah-ubah.

“Situasi yang mereka hadapi akan menimbulkan citra negatif, promosi yang tidak baik, karena dibandingkan dengan tawaran negara lain, perizinan betul-betul jauh lebih cepat, jauh lebih sederhana dan memberikan insentif-insentif yang lebih menarik. Ini kita baru menyelesaikan di tingkat pusat, kita belum nanti akan menghadapi di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Presiden.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA