Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Perbaiki Ekosistem Investasi, Presiden Agendakan Rapat Maraton

Novy Lumanauw, Rabu, 11 September 2019 | 17:04 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengagendakan untuk menggelar rapat secara maraton setiap dua hari sekali selama sebulan untuk memperbaiki ekosistem investasi di negeri ini.

Dia juga akan melibatkan pemerintah daerah, termasuk para gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyinergikan aturan-aturan terkait investasi, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah.

“Dalam sebulan ke depan, mulai hari ini (Rabu, 11 September-red), mungkin setiap dua hari sekali, kita akan terus-menerus mengadakan rapat untuk khusus menyelesaikan yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Dia mengatakan, perbaikan ekosistem investasi sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor, khususnya investor asing. Disebutkan bahwa di tengah melambatnya perekonomian global, yang menurut sejumlah kalangan sedang mengarah pada resesi, kehadiran investasi asing langsung sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perbaikan ekosistem investasi harus terus-menerus dilakukan hingga betul-betul kita mendapatkan sebuah keputusan yang konkret, sehingga perbaikan ekosistem berinvestasi betul-betul kita peroleh,” kata Presiden.

Presiden Jokowi juga telah menginstruksikan jajaran pimpinan kementerian/lembaga yang terkait dengan ekonomi untuk menginvetarisasi semua regulasi yang menghambat arus masuk investasi, khususnya foreign direct investment (FDI).

“Saya ulang lagi, menginventarisasi perusahaan-perusahaan manca negara yang sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya di negara kita, namun terlambat terealisasi karena mengalami kendala di lapangan sehingga belum terealisasi. Yang gede-gede banyak, yang sedang-sedang lebih banyak,” kata dia.

Menurut Presiden Jokowi, kementerian/lembaga harus bekerja cepat untuk mengatasi permasalahan yang membuat investor enggan berinvestasi di negara ini.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa kita perlu bekerja cepat dan mengatasi masalah-masalah yang seringkali kita buat sendiri yang membelenggu kita sendiri,” kata Jokowi.

Dia mengakui, dalam lima tahun terakhir, terjadi peningkatan ekosistem investasi di negeri ini yang ditandai meningkatnya peringkat ease of doing business. Namun, capaian itu belum cukup karena minimnya investor yang merelokasi bisnisnya ke Indonesia di tengah berkecamuknya perang dagang yang melibatkan Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Saya tahu dalam 5 tahun ini memang sudah ada peningkatan yang baik dalam ease of doing business. Peringkat kita naik dan kita juga mulai menyederhanakan perizinan lewat OSS, tapi dalam faktanya itu belum cukup. Tidak cukup,” kata Presiden.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA