Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi

Persepsi Kondisi Ekonomi Buruk Mulai Membaik

Selasa, 4 Mei 2021 | 22:57 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  - Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat masih menilai kondisi ekonomi nasional saat ini buruk atau sangat buruk. Penilaian untuk kondisi ekonomi buruk sebesar 42,2% dan sangat buruk 7,3%, sehingga bila ditotal mencapai 49,5%. Survei ini dilakukan pada akhir April 2021 lalu dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menyampaikan, meskipun penilaian kondisi ekonomi nasional mayoritasnya adalah buruk dan sangat buruk, tetapi penilaiannya sudah cenderung lebih baik dibandingkan hasil survei di kuartal II 2020 lalu yang sebesar 81%.

“Ini (49,5%) bukan angka yang kecil, meskipun tidak lagi mayoritas secara absolut. Jadi kondisi ekonomi secara nasional masih dipersepsi negatif. Tetapi yang mengatakan kondisi ekonomi buruk dan sangat buruk cenderung turun selama 1 tahun terakhir,” ungkap Burhanudin Muhtadi dalam rilis survei bertajuk Persepsi Ekonomi dan Politik Jelang Lebaran, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu responden yang mengatakan kondisi ekonomi nasional baik sebesar 14,5% dan sedang 33,8%.

“Jadi per hari ini mereka yang mengatakan kondisi ekonomi buruk dan sangat buruk masih lebih banyak ketimbang yang mengatakan kondisi ekonomi membaik. Tetapi dibanding tahun lalu, yang mengatakan memburuk jauh lebih sedikit,” kata Burhanudin.

Dari sisi wilayah, masyarakat di Provinsi DKI Jakarta tercatat paling banyak yang menyatakan ekonomi nasional dalam kondisi buruk atau sangat buruk. Persentasenya mencapai 70,8%. Selanjutnya adalah Jawa Barat sebanyak 61,3%, Kalimantan 57,0%, Sumatera 54,8%, Sulawesi 48,8%, Jawa Timur 39,4%, Banten 38,5%, Jawa Tengah 25,9%, dan lainnya 61,1%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN