Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PMI Manufaktur Indonesia

PMI Manufaktur Indonesia

PMI Manufaktur Cetak Rekor

Selasa, 4 Mei 2021 | 15:29 WIB
Triyan Pangastuti ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemulihan ekonomi nasional tahun ini kembali terlihat pada beberapa indeks indikator. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2021, lanjut dia, tercatat sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada Maret 2021.

IHS Markit mencatat, PMI Manufaktur Indonesia pada April 2021 di level 54,6 merupakan rekor tertingginya sepanjang masa. Rilis IHS Markit menunjukkan, ada perbaikan permintaan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga ekspor. Peningkatan permintaan ekspor ini, baru pertama kali terjadi sejak 17 bulan terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST

Menurut Airlangga, setelah sempat terkontraksi tajam pada kuartal II tahun lalu, tren positif pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat sejak kuartal III-2020. Tahun ini, tren positif pemulihan terus berlanjut.

“Pemerintah meyakini, dengan kondisi yang sudah mulai kondusif, maka ada kepercayaan dari dunia usaha untuk memulai aktivitas manufakturnya kembali. Geliat dari dunia usaha ini, diharapkan dapat memberikan multiplier effect pada perekonomian Indonesia,” ujar dia.

Ralisasi anggaran PC-PEN 2021 hingga April 2021
Ralisasi anggaran PC-PEN 2021 hingga April 2021

Pemulihan ekonomi Indonesia, jelas Airlangga, terdorong dari perbaikan sisi demand dan supply. Setelah sempat terkontraksi 2,07% pada 2020, sinyal positif pemulihan ekonomi telah terlihat sejak kuartal III-2020.

Dari sisi demand, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi, tumbuhnya investasi, realisasi ekspor serta didukung oleh konsumsi pemerintah melalui belanja kementerian/ lembaga (K/L) dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tumbuh positif.

Perkembang rupiah terhadap US$
Perkembang rupiah terhadap US$

Sedangkan dari sisi supply, sektor utama yang mulai pulih antara lain industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan. Sementara, sektor yang tetap tumbuh positif pada masa pandemi antara lain sektor pertanian, informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, selama ini sektor industri pengolahan nonmigas masih menjadi motor penggerak roda perekonomian nasional.Karena itu, diperlukan perhatian lebih dalam rangka meningkatkan kinerjanya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: IST
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: IST

Selain itu, kondisi bisnis kini telah menguat dalam enam bulan terakhir ini di tengah kondisi pandemi, dengan tren positif dari sektor industri yang gencar melakukan perluasan usahanya.

Alhamdulillah, para pelaku industrikita mulai bangkit lagi. Sebab, kalau kita melihat ke belakang, pada April 2020 adalah kondisi PMI manufaktur Indonesia saat jatuh ke titik terendahnya, yaitu di level 27,5,” ungkap dia.

Perkembangan tingkat inflasi
Perkembangan tingkat inflasi

Menurutnya, PMI manufaktur Indonesia berada di tingkat ekspansif merupakan salah satu indikator perekonomian yang semakin membaik, serta kepercayaan dunia usaha dan industri terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai sudah on the track.

“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak kepada para pelaku industri yang terus semangat menjalankan usahanya. Hal ini tentu akan membawa multiplier effect yang luas bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penerimaan devisa,” papar dia.

Perkembangan cadangan devisa
Perkembangan cadangan devisa

Guna menjaga kinerja gemilang di sektor industri, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah strategisnya antara lain melalui pemberian kemudahan izin usaha dan stimulus insentif. Misalnya dengan penerbitan Undang-UndangCipta Kerja untuk semakin memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri di Tanah Air.

Menperin juga mengemukakan, utilisasi industri pengolahan nonmigas sudah kembali melonjak hingga 61,30%, meningkat signifikan dibanding dua bulan sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

“Kementerian Perindustrian sangat berkepentingan menjaga momentum ini dengan terus membuat kebijakan dan program untuk menstimulasi pertumbuhan industri nasional kita,”tegas dia.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari-Maret 2021, nilai ekspor industri pengolahan menembus hingga US$ 38,96 miliar atau tumbuh 18,06% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Sektor manufaktur ini menjadi kontributor terbesar pada nilai ekspor nasional, yakni mencapai 79,66%.

Direktur Ekonomi IHS Markit Andrew Harker menerangkan, pertumbuhan di sektor manufaktur Indonesia kembali mengalami percepatan pada April 2021 dengan PMI mencapai rekor tinggi baru selama dua bulan berturut-turut. Bahkan, permintaan baru dan pembelian semua naik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama periode survei 10 tahun, sementara permintaan ekspor baru kembali tumbuh setelah 16 bulan periode penurunan.

PMI Manufaktur Indonesia
PMI Manufaktur Indonesia

Kendati begitu, IHS Markit mencatat bahwa perusahaan masih enggan menambah karyawan baru dan secara umum tingkat ketenagakerjaan tidak berubah meski permintaan baru naik tajam.

“Sehingga, terjadi akumulasi penumpukan pekerjaan selama dua bulan berjalan,” ucap dia dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (3/5).

Sementara itu, optimisme bahwa output akan terus naik pada tahun mendatang kembali menyebar, dengan tiga perempat panelis memperkirakan ekspansi. Kepercayaan diri berpusat pada harapan bahwa pandemi Covid-19 akan berakhir pada tahun depan, memungkinkan kenaikan lanjutan pada permintaan baru. 

Realisasi PEN 22,3%

Di sisi lain, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, realisasi serapan dana program PEN per 30 April 2021 sudah mencapai Rp 155,6 triliun atau sebesar 22,3% dari total anggaran sebesar Rpp 699,43 triliun.

Ia merincikan, realisasi program kesehatan sebesar Rp 21,15 triliun atau 12,1% dari total anggaran Rp 175,52 triliun. Kemudian, serapan anggaran program perlindungan sosial sudah mencapai Rp 49,07 triliun atau 32,7% dari total anggaran Rp 150,88 triliun.

“Diharapkan program bantuan langsung tunai (BLT) dana desa yang baru terealisasi 12 persen bisa ditingkatkan,” kata Airlangga Hartarto di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/5/2021).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST

Selanjutnya, realisasi serapan program prioritas sebesar Rp 18,98 triliun atau 15,3% dari total anggaran yang disediakan sebesar Rp 125 triliun.

“Untuk UMKM sudah Rp 40,23 triliun atau 28% dari pagu anggaran Rp 191,13 triliun. Kemudian, papar Airlangga, realisasi serapan program insentif usaha sudah sebesar Rp 26,2 triliun atau 46,2% dari total pagu anggaran Rp 56,72 triliun. Khusus untuk program bantuan perlindungan sosial, yang sudah terserap sebesar Rp 49,07 triliun atau 32,7% dari pagu anggaran Rp 150,28 triliun. (b1/ns/leo/jn)

Baca juga

https://investor.id/business/sistem-keuangan-dalam-kondisi-normal

https://investor.id/business/bi-akselerasi-bauran-kebijakan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN