Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Presiden Ingatkan Investor tak Sandera Pembangunan

Antara, Jumat, 21 Oktober 2011 | 13:33 WIB

MATARAM-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para investor untuk serius memenuhi komitmennya dalam pengembangan suatu kawasan wisata dan tidak "menyandera" pembangunan.

"Jangan hari ini tanda tangan MoU tapi kemudian goodbye. Itu sama dengan menyandera. Yang lain tidak bisa mengerjakan, sementara yang sudah menandatangani MoU tidak kunjung melaksanakan apa yang sudah dijanjikan," kata Presiden saat meresmikan kawasan wisata Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Presiden berharap semua pihak dapat bekerja sama secara serius agar seluruh investasi itu berjalan dengan baik bagi kemakmuran masyarakat Indonesia.

"Negara kita banyak yang tersandera seperti itu. Entah 15 atau 10 tahun yang lalu, investor mendapatkan konsesi untuk melakukan usaha di Indonesia ini namun mereka lalai, tidak dikerjakan, merugi," katanya.

Apabila itu yang terjadi, kata Presiden, rakyat tidak memperoleh apa-apa, sementara pihak lain yang ingin mengerjakan tidak bisa karena alasan hukum dan lain-lain. "Inilah yang harus kita bersihkan di negeri ini. Jangan serakah mendapatkan izin di mana-mana, tapi tidak konsekuen dan tidak dilaksanakan," kata Yudhoyono.

Seusai meresmikan pembangunan kawasan wisata Mandalika, Presiden kemudian bertolak ke Bali untuk melakukan kunjungan kerja selama tiga hari, 21-24 Oktober.

Turut mendampingi Presiden Yudhoyono di acara itu antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Gubernur NTB Zainul Madji, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu, dan Menpora Andi Mallarangeng. (gor/ant)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA