Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonom Bank Permata Tbk

Ekonom Bank Permata Tbk

Prospek Ekonomi 2021 Membaik

Rabu, 13 Januari 2021 | 14:07 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com) ,F Rio Winto

JAKARTA, investor.id – Ekonom Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan, aktivitas dan pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan membaik dibandingkan tahun lalu yang melambat seiring merebaknya pandemi Covid-19.

“Pada 2020, pertumbuhan kredit negatif 1%. Bisa dibilang tahun lalu melambat karena faktor aktivitas ekonomi melambat. Produktivitas kerja juga melambat. Semua itu terjadi lantaran ada pandemi Covid-19,” jelas Josua saat dihubungi Investor Daily, Selasa (12/1) malam.

Sedangkan untuk 2021, Josua berharap pertumbuhan kredit bisa membaik di kisaran 4%.

“Sebab, paling cepat konsumsi masyarakat akan pulih pada kuartal kedua 2021 sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dari sisi lapangan usaha. Bisa dibilang pada semester kedua paling cepat. Jadi pertumbuhan kredit belum terlalu kuat. Bahkan, pertumbuhan ekonomi belum bisa menyamai level saat sebelum Covid-19,” ujar Josua.

Kondisi seperti itu, menurut Josua, menjadi tantangan mengapa pertumbuhan kredit belum mencapai level normal.

“Bahkan, laba bank juga sama. Kinerja perbankan dipengaruhi pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit melambat jelas memengaruhi penerimaan NIM menjadi turun. Profitabilitas perbankan juga turun dipengaruhi NIM,” ujar dia.

Tahun ini, kata Josua, perkiraan profitabilitas perbankan secara umum akan membaik dibandingkan akhir 2020, namun disesuaikan dengan pertumbuhan kredit.

“Intinya laba perbankan membaik seiring dengan permintaan kredit dan pendapatan interest income yang membaik. Dengan ada permintaan kredit baru, artinya ada interest income. Kita berharap industri segera pulih. Namun, semua itu tergantung kepada seberapa cepat pemulihan ekonomi itu sendiri,” tutur osua.

Aktivitas ekonomi pada Sembilan bulan terakhir, kata Josua, bisa masuk kategori lemah. “Pada saat itu, perusahaan pasti memiliki kebijakan untuk apa mengajukan kredit kalau aktivitas industri tidak berjalan normal. Jadi, kredit harus dilihat dari dua sisi yaitu permintaan dan penawaran. Namun, dengan adanya vaksin Covid-19, diharapkan kondisi ekonomi juga membaik,” jelas Josua. (jn)

Baca juga

https://investor.id/market-and-corporate/asing-buru-saham-bank

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN