Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Sosial Tri Rismaharini

Menteri Sosial Tri Rismaharini

Realisasi Belanja Kemensos 2020 Capai Rp 130,3 Triliun

Rabu, 13 Januari 2021 | 20:17 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Realisasi anggaran kegiatan Kementerian Sosial  (Kemensos) tahun 2020 mencapai Rp 130,3 triliun atau 97,11% dari pagu sebesar Rp 134,171 triliun. Jumlah ini terbagi dalam empat pos yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan belanja bantuan sosial. Realisasi untuk belanja pegawai adalah Rp 445,43 miliar atau 88, 53% dari pagu sebesar Rp 503,16 miliar,

“Karena ini ada penundaan pembagian untuk belanja untuk belanja pegawai untuk lebaran dan juga tunjangan tunjangan kinerja,” ucap Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam rapat kerja di Gedung DPR, Rabu (13/1).

Ia mengatakan kendala dalam realisasi belanja pegawai yaitu  adanya anggaran gaji dan tunjangan kinerja yang diperkirakan untuk CPNS 2020 tetapi belum ada CPNS yang masuk. Berikutnya tidak dibayarkannya tunjangan kinerja yang ke13 dan 14 kepada seluruh pegawai karena adanya kebijakan dari pemerintah.

“Hambatan lain yaitu tidak dibayarkannya gaji ke 14 kepada eselon 1 dan eselon dua karena adanya kebijakan dari pemerintah,” ucapnya

Belanja barang itu realisasinya  Rp 5,21 triliun atau 97, 99% dari pagu Rp 5,3 triliun. Kendala dalam belanja barang yaitu terjadi adanya efisiensi pelaksanaan kegiatan sisa honor pendamping PKH yang tidak terbayarkan. Salah satunya karena pendamping mengundurkan diri. Untuk belanja modal realisasinya adalah Rp 244,57 miliar  atau 98,46% dari pagu sebesar Rp 248,57 miliar. Kendala dalam belanja modal yaitu adanya sisa kontrak dan pembatalan dalam pengerjaan kontrak.

Sedangkan realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp 124,3 triliun 97,11% dari pagu Rp 128.1 triliun. Belanja bantuan sosial belum optimal karena adanya sisa lelang pengadaan bansos dan tidak optimalnya penyaluran bansos karena data tidak lengkap serta ada kesulitan geografis

Sementara itu bulan dilihat berdasarkan  eselon satu di Kemensos, Realisasi belanja Kemnsos terbagi dalam tujuh  pos. Pertama yaitu Sekretariat Jenderal sebesar Rp 392,1 miliar atau 96,88% dari pagu sebesar Rp 405,6 miliar. Kedua yaitu inspektorat jenderal sebesar Rp 31,8 miliar atau 97,77% dari pagu 32,5 miliar. Ketiga yaitu ditjen pemberdayaan sosial sebesar Rp 5,683 triliun atau terealisasi 99,79% dari pagu Rp 5,695 triliun.

Keempat yaitu ditjen rehabilitasi sosial sebesar Rp 848 miliar atau 94,76% dari pagu sebesar Rp 895,7 miliar. Kelima yaitu ditjen perlindungan dan jaminan sosial sebesar Rp 46,161 triliun atau 99,88% dari pagu Rp 46.216 triliun. Keenam yaitu ditjen penanganan fakir miskin sebesar Rp 76,8 triliun atau 95,38% dari pagu Rp 80,5 triliun.  Ketujuh yaitu badan pendidikan, penelitian dan penyuluhan sosial sebesar Rp 354,803 triliun atau 95,17% dari pagu Rp 372,8 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN