Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto. Foto: IST

Airlangga Hartarto. Foto: IST

RI Siapkan 4 Langkah Sambut Relokasi 143 Perusahaan

Kamis, 17 September 2020 | 11:09 WIB
Triyan Pangastuti ,Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  –  Sebanyak 143 perusahaan berencana merelokasi investasi ke Indonesia, di antaranya dari Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Tiongkok. Relokasi investasi ini berpotensi menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja Indonesia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mendukung relokasi industri dari luar negeri, khususnya Tiongkok, pemerintah telah menyiapkan empat langkah terkait dengan tantangan eksternal dan internal.

Pertama, kata Airlangga, pemerintah segera menyelesaikan RUU Cipta Tenaga Kerja dengan DPR. Undang-undang ini akan memiliki dampak besar bagi perekonomian, terutama masuknya investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi, produktivitas, hingga kesejahteraan pekerja.

“Undang-Undang Cipta Kerja juga dapat mengakselerasi transformasi ekonomi, sehingga Indonesia bisa keluar dari jebakan Negara pendapatan menengah dan menjadi negara maju pada 2045 sebagai lima besar ekonomi terkuat di dunia,” ucap Airlangga dalam acara “HSBC Economic Forum” yang berlangsung virtual di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Kedua, menyusun daftar prioritas investasi. Daftar ini tidak hanya menggunakan pendekatan picking the winners, namun mencakup bidang usaha yang bakal diberikan fasilitas perpajakan dan nonperpajakan. Kriteria industri yang menjadi prioritas antara lain industri yang berorientasi ekspor, substitusi impor, padat karya, padat modal hightech, dan berbasis digital.

“Diharapkan dengan daftar prioritas investasi ini, dapat menarik investasi yang bukan hanya skala besar, juga investasi yang berkualitas dan mampu menciptakan banyak lapangan kerja,” ucap Mantan Menteri Perindustrian ini.

Langkah ketiga, dalam rangka penguatan pengembangan industri ser ta konektivitas transpor tasi logistik, pemerintah akan mengembangkan koridor di sepanjang Pulau Jawa jalur utara. Sebab, secara total, koridor Jawa menyumbang 38,7% total perekonomian domestic dan 53,56% terhadap total sektor industri nasional. Pengembangan koridor ekonomi di Jawa bagian utara diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kawasan industri.

“Pengembangan koridor ekonomi di Jawa bagian utara diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kawasan peruntukan industri sebagai pusat pengungkit pertumbuhan ekonomi baru,” ucapnya.

Keempat, lanjut Airlangga, menyusun inisiatif pembangunan superhub sebagai sentra produksi perdagangan teknologi dan keuangan.

Saat ini, terdapat lima potensi superhub di Indonesia, yaitu koridor Bali Nusa Tenggara, koridor Sulawesi Utara, koridor Batam, Bintan, Karimun Tanjung Pinang, koridor kawasan ibu kota Negara Kalimantan Timur, serta Kawasan Segitiga Rebana di Jawa Barat.

“Pengembangan industri berbasis kluster melalui superhub di daerahdaerah tersebut diharapkan bisa meningkatkan pemerataan ekonomi antardaerah,” pungkas Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN