Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

RI vs Argentina

Jumat, 31 Agustus 2018 | 13:05 WIB
Oleh Nida Sahara dan Hari Gunarto

Sementara itu, kurs rupiah berada dalam tekanan sehingga sempat menyentuh Rp 14.744 per dolar AS, Kamis (30/8). Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh pelemahan peso Argentina hingga 40%, revisi data PDB AS kuartal II dari 4,1% menjadi 4,2%, langkah Tiongkok memperlemah mata uang Yuan, serta belum redanya isu sengketa dagang AS dan RRT.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menegaskan, BI terus memantau perkembangan ekonomi global, termasuk krisis Argentina. Untuk itu, BI konsisten menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah lewat intervensi di pasar valas dan SBN, serta menaikkan suku bunga secara tepat.

BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperkecil defisit transaksi berjalan (current account deficit /CAD).

Di tempat terpisah, ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro berpendapat bahwa kondisi perekonomian Indonesia jauh lebih baik dibanding Argentina, Turki, dan Venezuela yang belakangan dilanda krisis. Hal itu dapat dibandingkan pada sejumlah indikator seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan CAD.

Dia mencontohkan, suku bunga acuan BI sebesar 5,5% (Argentina 29,5% dan Turki 17,75%), inflasi RI sebesar 3,25% (ytd) sementara Argentina 23,17% dan Turki 12,8%.

Andry menambahkan, krisis Argentina tidak berpengaruh langsung ke Indonesia. Pengaruhnya adalah tidak langsung, yakni hambatan aliran modal global ke pasar keuangan emerging markets, termasuk Indonesia. Sebab, bisa jadi investor global mempersepsikan Indonesia seperti negara berkembang lainnya yang memiliki defisit transaksi berjalan (CAD) cukup tinggi. CAD Indonesia pada kuartal II-2018 tercatat 3% PDB, Argentina 4,8% PDB, dan Turki 5,5% PDB. (rw/hg)


 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/macroeconomics/krisis-argentina-mirip-dengan-turki/179799

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN