Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Basuki T Purnama (Ahok), berjabat tangan di Jakarta, 13 November 2019 lalu Foto: IST

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Basuki T Purnama (Ahok), berjabat tangan di Jakarta, 13 November 2019 lalu Foto: IST

Rightsizing Erick akan Menaikkan Nilai Perusahaan BUMN

Selasa, 3 Desember 2019 | 11:20 WIB

JAKARTA – Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengapresiasi langkah strategis Menteri BUMN Erick Thohir dalam membenahi BUMN. Terutama bagaimana mengembalikan BUMN ke khittah agar fokus ke bisnis inti. Dalam pandangan dia, langkah Erick merupakan rightsizing guna meningkatkan nilai perusahaan.

Menurut dia, upaya tersebut perlu mendapatkan dukungan nyata dari seluruh pihak terutama komunitas BUMN dengan segenap sumber dayanya.

“Saya kira yang direncanakan Menteri BUMN Erick Thohir merupakan langkah strategis yang baik dan positif dalam rangka memperbaiki kinerja BUMN secara menyeluruh melalui konsolidasi ulang BUMN dengan mengembalikan bisnis inti supaya lebih fokus, efektif, efisien, dan berdaya saing. Ini semacam mengembalikan roh BUMN supaya kembali ke khittah-nya sebagai business entity dengan motif profit (kinerja unggul) dengan tetap aktif menjalankan peran sebagai agen pembangunan,” ujarnya saat dihubungi Investor Daily, Senin (2/12).

Dia menanggapi langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang menyiapkan sejumlah strategi untuk menata ulang badan usaha milik negara (BUMN). BUMN ke depan harus konsolidasi dan fokus kembali ke bisnis inti. Jumlah anak dan cucu perusahaan yang terlampau banyak harus dikaji ulang. Selain itu, rencana pembentukan super holding BUMN juga dibatalkan dan akan diganti dengan konsep subholding.

Kementerian BUMN juga akan memangkas birokrasi di tubuh BUMN dengan mengurangi jumlah direksi dan komisaris serta memprioritaskan restrukturisasi utang. Ke depan, BUMN juga didorong untuk dapat ekspansi ke luar negeri.

Ryan mengatakan, rencana pengkonsolidasian (regrouping) BUMN juga merupakan langkah strategis untuk lebih mendayagunakan BUMN sesuai dengan kapasitas, pengalaman, dan bisnis intinya sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) BUMN tersebut. Ini lebih tepat disebut dengan strategi rightsizing (membetulkan struktur organisasi) BUMN agar lebih fit and agile dalam menyikapi dinamika internal dan eksternal BUMN.

Sedangkan ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, apapun langkah yang ditempuh untuk memperbaiki BUMN, yang penting adalah mendatangkan efisiensi.

“Dari aspek makronya yang penting BUMN bisa efisien dan profitable. Kalau nggak profit, ya sepatutnya dipertimbangkan untuk dijual atau dimerger,”ujarnya.


 


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA