Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rupiah 2017

Rupiah 2017

Rupiah Ditutup Melemah 11 Poin di 14.434

GR, Selasa, 14 Mei 2019 | 17:57 WIB

JAKARTA- Seiring semakin memanasnya perang dagang dimana Amerika Serikat dan Tiongkok saling membalas dengan menaikkan tarif impor, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore melemah 11 poin atau 0,08% menjadi Rp14.434 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.423 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa, mengatakan, ditengah aksi saling balas AS danTiongkok, ada perkembangan positif terkait perang dagang AS-Tiongkok yang membuat dolar AS selaku safe haven menjadi kurang menarik.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya belum membuat keputusan terkait dengan apakah produk impor asal Tiongkok senilai 325 miliar yang hingga kini belum terdampak oleh perang dagang akan dikenakan bea masuk.

"Sebelumnya, Trump sempat menyebut bahwa produk impor asal Tiongkok senilai US$ 325 miliar tersebut akan dibebankan bea masuk senilai 25% dalam waktu dekat. Melunaknya sikap Trump tersebut membuat pelaku pasar optimistis bahwa perang dagang tak akan tereskalasi lagi," ujar Ibrahim.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan, pembicaraan dengan Tiongkok akan berlanjut kendati tarif AS yang naik dari 10% menjadi 25% terhadap produk-produk Tiongkok  senilai US$ 200 miliar tetap berlaku.

Keputusan yang diambil Trump tersebut ditanggapi oleh Tiongkok  yang membalas AS dengan mengenakan tarif 25% terhadap produk-produk yang diimpor dari AS senilai US$ 60 miliar dan akan mulai efektif 1 Juni 2019 ini.

Di sisi lain, bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed) dikhawatirkan akan menaikkan suku bunga acuannya sebagai dampak dari situasi geopolitik Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu yang semakin memanas.

"Dengan tingginya eskalasi saling menerapkan bea impor antara AS dan Tiongkok menyebabkan pelaku usaha akan membebankan tarif tersebut pada konsumen dengan menaikkan harga produk mereka. Alhasil, ada potensi bahwa tingkat inflasi AS akan naik dimana hal ini dapat menjadi alasan The Fed menaikkan suku bunga acuan," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.426 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.426 per dolar AS hingga Rp14.460 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, Rupiah melemah menjadi Rp14.444 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.362 per dolar AS.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN