Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Shortfall Penerimaan Pajak Rp 300 Triliun

Oleh Yosi Winosa dan Margye J Waisapy, Rabu, 23 Desember 2015 | 12:27 WIB

JAKARTA – Wapres Jusuf Kalla memperkirakan ada shortfall (kekurangan) penerimaan pajak Rp 300 triliun tahun ini, dari target APBNP 2015 sebesar Rp 1.294,24 triliun. Target penerimaan pajak tersebut sekitar 73,5% dari target pendapatan negara Rp 1.761,6 triliun. Agar defisit anggaran tidak makin besar, belanja negara akan dikurangi dari target sebanyak Rp 1.984,1 triliun.


“Untuk meningkatkan penerimaan pajak antara lain pemerintah meminta agar pajak tahun 2015 dibayar lunas dulu, walau biasanya ada yang dibayar pada Januari-Maret tahun berikutnya. Jadi, ini bukannya pemerintah meminta agar pajak tahun depan dibayar lebih dulu,” kata Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam dialog dengan para pemimpin redaksi di rumah kediaman Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (22/12).


Berdasarkan UU APBNP 2015, target penerimaan pajak Rp 1.294,24 triliun tersebut sekitar 73,5% dari target pendapatan negara sebesar Rp 1.761,6 triliun. Hingga November 2015, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat, realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 830,7 triliun.


Di luar pajak, pendapatan negara disumbang penerimaan bea cukai sekitar Rp 194,5 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 269,1 triliun, dan hibah Rp 3,3 triliun.


Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan secara terpisah, realisasi penerimaan pajak masih akan bertambah dari penerimaan PPh 25/28 rutin yang jatuh tempo pada 20 Desember dan PPN serta pajak revaluasi aset hingga 31 Desember mendatang.


Untuk mengejar shortfall penerimaan pajak tidak melebihi Rp 195 triliun tahun ini, realisasi pajak bulan Desember ditargetkan mencapai Rp 218 triliun atau sekitar 15% dari total target APBNP 2015 sebesar Rp 1.294,24 triliun.


“Dari target Rp 218 triliun penerimaan pajak bulan Desember ini, kami telah mengantongi Rp 72 triliun lebih. Penerimaan pajak dari kebijakan baru revaluasi aset bisa melampaui target Rp 10 triliun, da realisasi hingga saat ini Rp 3,1 triliun. Pajak dari revaluasi aset bakal last minute masuknya, karena mereka masih ragu-ragu. Jadi, ya, terpaksa saya dorong agar sudah masukin proposalnya duluan di tahun 2015, supaya dapat tarif pajak 3%,” kata Bambang di Jakarta, Selasa (22/12). (bersambung)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/macroeconomics/realisasi-pendapatan-dan-belanja-baru-76/136044

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA