Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST

Industri manufaktur. Foto ilustrasi: IST

PMI MANUFAKTUR CETAK REKOR TERTINGGI

Sistem Keuangan dalam Kondisi Normal

Selasa, 4 Mei 2021 | 14:32 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id) ,Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sistem keuangan Indonesia selama tiga bulan pertama 2021 dalam kondisi normal dan akselerasi pemulihan ekonomi nasional masih berlanjut. Sejumlah indikator pun memperlihatkan perbaikan seperti Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di zona ekspansif, tingkat inflasi terkendali, cadangan devisa setara untuk 10,1 bulan impor, dan program vaksinasi berjalan cukup baik.

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan, arah pemulihan ekonomi domestik terlihat sejalan dengan menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia yang didukung oleh perkembangan program vaksinasi secara nasional hingga Maret 2021.

“Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan arah perbaikan, data PMI manufaktur telah berada di zona ekspansif, bahkan barusan keluar PMI meningkat lagi bulan April jadi 54,6 dari 53,2 (pada Maret). Data PMI telah berada di zona ekspansif melanjutkan tren penguatan dan kinerja ekspor juga terus membaik,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK secara virtual, Senin (3/5).

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto: IST
Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto: IST

Konferensi pers tersebut juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.

Sri Mulyani mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan tim KSSK lainnya yakni Bank Indonesia, OJK, dan LPS untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, untuk terus memperkuat sinergi untuk mengawal momentum pemulihan ekonomi nasional. 

PMI Manufaktur Indonesia
PMI Manufaktur Indonesia

Ia melanjutkan, indikator inflasi terkendali di level relatif rendah dan cadangan devisa mencapai US$ 137,1 miliar, atau setara dengan 10,1 bulan impor. Tak hanya itu, progres vaksinasi berjalan cukup baik dengan jumlah dosis vaksin diberikan telah capai 20 juta per 30 April 2021.

“Momentum penguatan kinerja ekonomi domestik terutama ditopang oleh berlanjutnya kebijakan fiskal ekspansif, dan countercyclical pada APBN 2021,” tuturnya.

Ralisasi anggaran PC-PEN 2021 hingga April 2021
Ralisasi anggaran PC-PEN 2021 hingga April 2021

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis kemarin (3/5), pada April 2021 terjadi inflasi sebesar 0,13% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,29. Sementara tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,58% (ytd) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,42% (yoy).

Di sisi lain, Sri Mulyani menyebutkan defisit APBN 2021 direncanakan level 5,7% dari PDB dengan realisasi hingga kuartal I-2021 mencapai Rp 144,2 triliun atau 0,82% terhadap PDB. Realisasi defisit disumbang belanja negara tumbuh 15,61% (yoy), terutama didorong kenaikan belanja barang karena pelaksanaan vaksinasi dan belanja untuk membantu pelaku usaha serta akselerasi belanja modal untuk infrastruktur.

Perkembang rupiah terhadap US$
Perkembang rupiah terhadap US$

“Juga belanja bansos yang meningkat pada kuartal I dibandingkan tahun lalu menunjukkan dukungan APBN bagi masyarakat untuk dukung daya beli,” jelas dia.

Adapun untuk kinerja pendapatan negara tetap terjaga tumbuh positif 0,64% (yoy), dapat menjadi tanda pemulihan setelah tahun lalu mengalami kontraksi cukup dalam.

Perkembangan tingkat inflasi
Perkembangan tingkat inflasi

Selanjutnya, untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) meningkat lebih dari 20% dibandingkan tahun lalu yakni mencapai Rp 699,43 triliun dengan fokus tetap pada penanganan pandemi, mendukung masyarakat melalui bansos dan dukungan kepada UMKM dan dunia usaha, serta program sektoral strategis.

“Program PEN ini terus mengalami penyempurnaan desain, implementasi sehingga program dapat berjalan lebih cepat, lebih tepat sasaran dan lebih efektif dalam mendorong perekonomian dan memulihkan daya beli masyarakat dan dunia usah,” kata Sri Mulyani.

Perkembangan cadangan devisa
Perkembangan cadangan devisa

Ia menyatakan juga pemulihan ekonomi global masih dibayangi melonjaknya kasus Covid-19 di beberapa negara. Meski begitu, optimisme pemulihan ekonomi global terus berlanjut yang tercermin dari menguatnya kinerja Purchase Manufacturing Index (PMI) secara global, peningkatan volume perdagangan global dan harga komoditas.

Selain itu, faktor pelaksanaan vaksinasi yang telah dilakukan berbagai negara juga mendorong optimisme pemulihan ekonomi. Apalagi didukung proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF yang direvisi ke atas dari 5,5% menjadi 6% pada tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

“Progres pelaksanaan vaksinasi global di sejumlah negara maju mendorong optimisme pemulihan ekonomi lebih cepat,” tuturnya. (b1/ns/leo/jn)

Baca juga

https://investor.id/business/bi-akselerasi-bauran-kebijakan

https://investor.id/business/pmi-manufaktur-cetak-rekor

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN