Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkop Teten Masduki

Menkop Teten Masduki

Teten Ajak Semua Pihak Bantu UMKM Tetap Berproduksi

Arnoldus Kristianus, Kamis, 26 Maret 2020 | 20:51 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat untuk membantu UMKM tetap berproduksi sebagai sektor yang menumpu sektor riil di tengah pandemi Covid-19.

“Pelaku UMKM terutama yang sektor mikro ada 64 juta unit usaha, ini bukan persoalan kecil, persoalan besar jadi memang bukan tanggung jawab pemerintah saja tetapi swasta dan masyarakat,” ucap Teten Masduki dalam keterangannya pada Kamis (26/3).

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus khusus untuk menjaga daya beli terhadap produk UMKM. Kementerian Koperasi dan UMKM menyiapkan dua stimulus khusus sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM di tengah wabah Covid-19.

“Untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat covid 19, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya adalah, memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp 2 triliun,” ucap Teten.

Diharapkan stimulus tersebut mampu mendongkrak penjualan produk-produk UMKM dan dengan anggaran Rp 2 triliun dan diskon 25% untuk konsumen 2 juta orang diharapkan akan memberikan stimulus terhadap daya beli UMKM sebesar Rp10 triliun.

Stimulus yang kedua diberikan dalam bentuk bantuan tunai, untuk sektor mikro. Pemerintah juga perlu bekerjasama dengan e-commerce.

“Teknisnya ada beberapa model yang sedang kami persiapkan. Kami sedang memberikan stimulus bagi jasa antar termasuk tukang ojek online. Untuk mengefektifkan social distancing, harus dicarikan solusinya agar social distancing ini produktif,” ucap Teten.

Stimulus bantuan tunai dicontohkan berupa dana Rp3 juta untuk usaha mikro/ultra mikro yang sudah terdampak Covid-19 dari data yang diusulkan dinas di daerah.

Kemudian juga bantuan sebesar Rp 2 juta kepada individu yang memiliki usaha mikro, skema bantuan Rp 4 juta bekerja sama dengan BUMN pangan seperti Bulog, serta dalam bentuk subsidi biaya pengantaran usaha mikro yang belum masuk ke platform digital.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BUMN pangan yang siap menjadi off taker untuk mendistribusikan produk pangan ke warung-warung tradisional,” ucap Teten.

Peneliti Center of Economic Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Foto: coreindonesia.org
Peneliti Center of Economic Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Foto: coreindonesia.org

Sementara itu, Peneliti Center of Economic Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat UMKM berperan besar terhadap PDB. Artinya UMKM  sebagai salah satu penyangga saat kondisi global dan ekonomi domesitk terjadi. UMKM bisa dijadikan salah satu penyangga, bahkan UMKM sektor potensial untuk dimajukan.

Dalam kajian Core disebutkan ada beberapa masalah dasar yang dihadapi UMKM yaitu mengakses modal,  merancang dan memasarkan produk. “Ini sebebabnnya masalah dasar yang sering dihadapi, sehingga UMKM. tidak berjalan optimal. Kalau mau didorong jadi penyangga pemerintah harus menyelesaikan masalah dasar yang terjadi dalam pengembangan UMKM,” ucap Yusuf.

Dengan kondisi pasar dalam negeri yang besar seringkali pasar Indonesia tidak dimanfaatkan dengan optimal oleh UMKM. Banyak produk yang diproduksi UMKM, tetapi karena belum ada regulasi yang jelas mengenai penyediaan produk UMKM  akhirnya pasar Indonesia yang besar tidak dimanfaatkan. Yusuf memberi contoh yaitu pemanfaatan souvenir yang seharusnya bisa berasal dari umkm.

“Padahal kalau ada aturan jelas yang mengatakan dari acara tersebut harus memakai produk umkm. Akan sangat membantu pengembangan umkm sendiri sehingga bisa tumbuh lebih baik,” ucap Yusuf. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN