Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Wapres: Antisipasi Shortfall dengan Kembali Hemat Anggaran

Oleh Novi Setuningsih, Selasa, 23 Agustus 2016 | 07:31 WIB

JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan shortfall atau penurunan penerimaan dari pajak akan melebar hingga sekitar Rp 238,4 triliun dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp 219 triliun. Menanggapi kemungkinan tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan solusinya adalah dengan kembali melakukan penghematan anggaran.

 

"Tergantung yang penerimaan dari tax amnesty (pengampunan pajak). Kalau target Rp 165 triliun ini tidak sepenuhnya diterima, otomatis harus ada penghematan lagi," kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Senin (22/8).

 

Menurut JK, penghematan anggaran bisa langsung dilakukan dengan cara melakukan pengendalian ke dalam tanpa harus tercantum dahulu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P)

 

"(opsinya) Pengendalian ke dalam, self correction (koreksi diri)," kata JK tanpa mengelaborasi apa yang dimaksudkannya dengan pengendalian ke dalam maupun koreksi diri tersebut.

 

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengatakan potensi shortfall akan melebar hingga sekitar Rp 238,4 triliun. Tetapi, dalam rancangan APBN 2017, pemerintah optimistis realiasi penerimaan pajak mengalami kenaikan sekitar 13-15%. Meskipun, target penerimaan pajak diturunkan sekitar 2,8% dari APBN-P 2016, yaitu menjadi sebesar Rp 1.495,9 triliun (2017). (sp)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA