Kamis, 23 Maret 2023

Devisa Hasil Ekspor Rp 2,6 Triliun Parkir di RI

Arnoldus Kristianus
19 Mar 2023 | 17:05 WIB
BAGIKAN
Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI, Ramdan Denny Prakoso  dalam acara pelatihan wartawan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu (18/3/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)
Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI, Ramdan Denny Prakoso dalam acara pelatihan wartawan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu (18/3/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

YOGYAKARTA, investor.id – Untuk mempertahankan devisa hasil ekspor (DHE), Bank Indonesia (BI) telah menjalankan kebijakan Term Deposit Valas DHE sejak 1 Maret 2023. Dari implementasi tersebut, BI telah mengumpulkan DHE sebesar US$ 173 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun per 17 Maret 2023.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI, Ramdan Denny Prakoso menuturkan bahwa dana sebesar US$ 173 juta tersebut diperoleh dari 9 nasabah eksportir, yang menyimpan dananya di enam bank. Sembilan nasabah eksportir ini bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan.

“Kami melihat ini merupakan perkembangan yang cukup baik. Untuk ke depanya, kami optimis bahwa dengan selesainya masa konsolidasi baik dari perbankan maupun eksportir, kita akan melihat ke depan nilai semakin meningkat,” kata Denny dalam acara pelatihan wartawan di Yogyakarta, Sabtu (18/3/2023).

Advertisement

Denny menjelaskan, sampai saat ini BI sudah melibatkan 20 bank untuk ikut aktif dalam kebijakan Term Deposit Valas DHE. Nantinya, BI bakal mendorong agar semua bank bisa terlibat dalam upaya mengumpulkan DHE.

Catatan BI menunjukkan bank-bank yang sudah terlibat dalam kebijakan Term Deposit Valas DHE adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon Indonesia, BTPN, Bank Panin, Bank DBS Indonesia, dan Bank Maybank Indonesia.

Selain itu, bank yang juga berpartisipasi adalah Bank Mizuho Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Permata, Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, Bank of China (Hong Kong) cabang Jakarta, Citibank Indonesia, JPMorgan Chase Bank kantor cabang Jakarta, Bank ICBC Indonesia, dan MUFG Bank cabang Jakarta.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan diperluas menjadi semua bank. Transaksi ini dimulai dari awal maret. Jumlah bank yang berpartisipasi akan meningkat, demikian juga eksportir,” tutur Denny.

Menurut dia, BI tetap perlu mengembangkan instrumen-instrumen di pasar keuangan dan pasar valas dalam rangka menarik dana di luar negeri masuk ke pasar Indonesia melalui instrumen di pasar keuangan.

“Jadi dalam masa pengembangan instrumen pasar uang untuk menarik dana-dana tersebut di tahap awal ini muncul dengan penguatan instrumen keuangan. Ke depannya sangat diharapkan pasar valas Indonesia berkembang, sehingga penarikan dana in bisa diperkuat,” jelas Denny.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan, BI dan pihak perbankan harus melakukan sosialisasi secara masif ke masyarakat, sehingga instrumen ini bisa digunakan secara optimal. Khususnya mengenai rincian regulasi seperti tingkatan bunga hingga masa penyimpanan DHE di bank domestik.

Kebijakan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif ke nilai tukar rupiah dan neraca pembayaran. “Mudah-mudahan stabilitas rupiah lebih baik agar sejalan antara saat current account surplus, trade surplus, dan tercermin melalui pasar valas di dalam negeri,” kata David.

Sebagai informasi, nasabah dapat melakukan transaksi dalam kebijakan Term Deposit Valas pada hari Selasa dan Kamis. Transaksi diajukan berdasarkan permintaan nasabah, sumber dana berasal dari rekening khusus. Bank memberikan tanda bukti administrasi kepada nasabah terkait penempatan dana di Term Deposit Valas DHE.

Dalam regulasi disebutkan bahwa ketentuan pengajuan penawaran yaitu minimal penawaran US$ 1 juta dengan kelipatan US$ 250.000; penawaran oleh bank dapat dilakukan secara pooling fund untuk dana nasabah <US$ 1.000.000 (maksimal 4 nasabah); penawaran oleh bank untuk dana nasabah ≥US$ 1.000.000 harus dilakukan satu transaksi untuk satu nasabah; rollover dilakukan dengan nominal yang sama dan atas nasabah yang sama; seluruh penawaran akan diterima/tidak dibatasi dengan sistem transaksi BI-bank dalam bentuk Auction on Eikon dan FXT.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Finance 31 menit yang lalu

Ekonom Proyeksi BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% Sepanjang 2023

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memproyeksi Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan (BI7DRR) sebesar 5,75% tahun ini.
National 1 jam yang lalu

Tokoh Punokawan dan Pandawa Melandasi Konsep Buku Entrepreneurial Marketing

Simbol Punokawan dan Pandawa membawa pendekatan entrepreneurial marketing untuk menjawab kondisi dinamis dari tahun ke tahun.
Business 2 jam yang lalu

Riset Snapcart: Gratis Ongkir Jadi Daya Tarik Konsumen untuk Belanja Online

Penawaran menarik khususnya gratis ongkir sepertinya akan selalu menjadi salah satu kunci daya tarik utama
International 2 jam yang lalu

Bank Sentral Swiss Naikkan Suku Bunga 50 bps di Tengah Kekacauan

Bank sentral Swiss (Swiss National Bank/ SNB) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin (bps) pada Kamis (23/3).
Market 2 jam yang lalu

Kekayaan Lim Hariyanto Pemilik Harita Melonjak, Geser Posisi 12 Konglomerat!

Kekayaan Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, pemilik Grup Harita, tiba-tiba melonjak. Bahkan mengalahkan 12 atau selusin konglomerat.
Copyright © 2023 Investor.id