Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT HK Metals Utama Tbk (HKMU). (Foto: Ist)

PT HK Metals Utama Tbk (HKMU). (Foto: Ist)

100% Saham Masih Dipegang Publik, HK Metals (HKMU) Terus Cari Pengendali Baru

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:35 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten manufaktur aluminium ekstrusi, baja ringan, pipa PVC dan sanitari, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang kedua kalinya secara online di Wisma Amex, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022).

Salah satu hasil penting RUPST dan RUPSLB ialah mengesahkan laporan tahunan tahun buku 2021 dan persetujuan pembatalan rencana penambahan modal dengan menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang sebelumnya telah disetujui dalam RUPSLB 7 Oktober 2021.

Baca juga: Tower Bersama Bersama (TBIG) Tuntaskan Penerbitan Obligasi Rp 2,2 T

Perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham lantaran pada 2021 HKMU masih mencetak rugi bersih Rp 230,54 miliar, dari tahun 2020 rugi bersih Rp 221,51 miliar, sementara itu pendapatan HKMU mencapai Rp 389,71 miliar, turun 30,40% dari tahun sebelumnya Rp 559,95 miliar.

Per Maret 2022, saham HKMU kini dikuasai 100% oleh investor publik. PT Hyamn Sukses Abadi (HSA), yang sebelumnya menjadi pemegang saham pengendali (PSP) setelah saham HKMU tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2018, memutuskan untuk melepas semua sahamnya di HKMU per 31 Januari 2022, sehingga HKMU tak lagi memiliki pengendali dan kondisi ini menjadi perhatian dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama HKMU Muhamad Kuncoro mengatakan hingga saat ini manajemen kesulitan berkomunikasi dengan HSA untuk kembali menjadi PSP. Berbagai upaya telah dilakukan dalam membangun kembali komunikasi dengan HSA, tapi nihil tanggapan.

“Seperti yang pernah kami sampaikan dalam keterbukaan informasi bulan Maret 2022, dikarenakan kesulitan dalam komunikasi ini, besar kemungkinan HSA tidak berencana menjadi PSP kembali. Maka kami akan fokus dengan calon pengendali baru lainnya," kata Muhammad Kuncoro, dalam paparan publik usai RUPST dan RUPSLB, Jumat (12/8/2022).

Kuncoro juga menjelaskan mengenai pembatalan rencana rights issue. Dari hasil penjajakan dengan beberapa calon PSP baru, beberapa menyatakan keberatan dengan rencana rights issue yang sudah disetujui dalam RUPSLB 7 Oktober 2021 karena kebijakan ini diputuskan oleh PSP sebelumnya.

“Namun pada prinsipnya beberapa calon PSP baru mendukung rights issue, mengenai mekanismenya apakah setoran modal dalam bentuk fresh fund atau inbreng, kemudian rasio dan harga penebusan juga akan diputuskan dalam RUPSLB persetujuan rights issue selanjutnya” katanya.

Dia menegaskan, sampai dengan saat ini tidak ada dampak operasional bagi perseroan dengan adanya perubahan pengendali, aktivitas perseroan tetap berjalan normal dan menunjukan hasil yang positif.

Baca juga: Sinar Mas Multiartha (SMMA) Ikut Investasi di DANA, Jumlahnya Amazing

“Tidak terdapat pelanggaran terhadap pemenuhan pembatasan fasilitas kredit dari bank karena tidak ada pembatasan terkait perubahan pengendali. Prioritas kami saat ini ialah segera mendapatkan PSP baru,” terang dia.

Kuncoro mengatakan seluruh jajaran komisaris dan direksi juga berkomitmen penuh menjalankan perusahaan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus menjaga kepercayaan publik dan investor.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com