Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

11 Perusahaan akan Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 8,5 Triliun

Gita Rossiana, Sabtu, 1 Februari 2020 | 13:58 WIB

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 11 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi dan sukuk. Adapun potensi dari penerbitan obligasi tersebut mencapai Rp 8,52 triliun.

“Ini berdasarkan pipeline BEI per 30 Januari 2020. Penerbitan obligasi dan sukuk ini berasal dari 11 issuer dengan nilai Rp 8,52 triliun," tulis BEI dalam keterangan tertulis, Jumat (31/1).

Sementara itu, menurut catatan Investor Daily, ada beberapa perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tahun ini. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2020 sebesar Rp 800 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I senilai Rp 1,6 triliun.

Direktur Utama Bali Towerindo J. Owen Ronadhi mengatakan, surat utang ini ditawarkan dengan bunga antara 9,2% hingga 10,3%. Kemudian, obligasi ini akan diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan bunga 9,2%-9,8% dan tenor tiga tahun dan Seri B dengan tingkat bunga 9,7%-10,3% dan tenor lima tahun.

Dana dari penerbitan obligasi, yakni sebesar 80% akan digunakan untuk refinancing utang di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM). Kemudian, sebanyak 20% untuk kebutuhan belanja modal dan kegiatan usaha perseroan.

Adapun peryataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 21 Februari 2020, dan masa penawaran umum obligasi akan dilaksanakan pada 24-25 Februari 2020. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dijadwalkan pada 2 Maret 2020.

Kemudian, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap III senilai Rp 750 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,7% per tahun dan berjangka waktu lima tahun.

Manajemen Chandra Asri menyatakan, dana hasil emisi obligasi akan digunakan seluruhnya untuk keperluan modal kerja perseroan. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AA- untuk penerbitan obligasi ini.

Sementara itu, PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. “Masa penawaran umum akan dilakukan pada 6 dan 7 Februari 2020, sedangkan tanggal penjatahan pada 10 Februari 2020, distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan 12 Februari 2020, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia 13 Februari 2020,” jelas manajemen.

Surat utang ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II yang memiliki target emisi hingga Rp 2 triliun. Chandra Asri sebelumnya telah merilis tahap I senilai Rp 500 miliar pada 2018, dan tahap II senilai Rp 750 miliar pada 2019. 

Selanjutnya, ada PT PP Properti Tbk (PPRO) yang akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I tahun 2020 senilai Rp 1,2 triliun. Surat utang ini ditawarkan dengan kupon sebesar 9,4% hingga 10,25%.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan, obligasi berkelanjutan II tahap I diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki kupon 9,4-9,9% dengan tenor tiga tahun. Seri B dengan kupon 9,75-10,25% dan jangka waktu lima tahun.

Perseroan akan menggunakan 41,94% dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap I untuk membayar sebagian pokok utang atau refinancing utang. Sedangkan 32,89% untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha guna meningkatkan recurring income dan 25,17% sisanya untuk modal kerja.

Masa penawaran obligasi dilaksanakan pada 20 Januari-3 Februari 2020. Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 17 Februari-18 Februari 2020. Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Februari 2020.

Adapun PT Fitch Ratings Indonesia menyematkan peringkat BBB+ untuk surat utang tersebut. PP Properti telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT CIMB Sekuritas, dan PT Ciptadana Sekuritas sebagai penjamin emisi penerbitan surat utang ini.

Sementara itu, total emisi oligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 103 emisi dari 54 perusahaan tercatat dengan nilai total Rp 121,95 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 432 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 448,48 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 118 perusahaan tercatat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN