Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat AirAsia tampak diparkir di landasan di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 di Sepang, Malaysia, pada 29 April 2020. ( Foto: Mohd RASFAN / AFP )

Pesawat AirAsia tampak diparkir di landasan di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 di Sepang, Malaysia, pada 29 April 2020. ( Foto: Mohd RASFAN / AFP )

11 Rute Dibuka Lagi, Airasia Harap Bisa Bayar Utang Jangka Pendek Rp 352 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 11:52 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bisnis transportasi udara menjadi sektor yang paling terpukul oleh dampak pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan anjloknya jumlah penumpang seiring kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah dalam rangka meminimalkan penyebaran Covid-19.

Terkait kebijakan PSBB tersebut, PT Indonesia AirAsia Tbk (CMPP) turut menghentikan kegiatan operasional penerbangan berjadwal pada 1 April hingga 18 Juni. Manajemen Maskapai ini pun mengakui adanya penurunan pendapatan akibat penghentian operasional itu.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan CMPP kepada Bursa Efek Indonesia terungkap bahwa, maskapai ini memperkirakan adanya penurunan pendapatan sebesar 51% - 75% di tahun 2020 dibandingkan pendapatan tahun 2019 yang tercatat Rp6,73 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Indonesia AirAsia Tbk, Indah Permatasari Saugi menyampaikan, sejalan dengan turunnya pendapatan, Perseroan memperkirakan laba bersih di tahun 2020 juga akan menurun sebesar 51%-75%. Sebagai catatan, sepanjang 2019 lalu, CMPP masih menderita rugi bersih sebesar Rp185,42 miliar pada 2019.

Penghentian operasional perusahaan memaksa manajemen CMPP melakukan upaya pemangkasan biaya, termasuk pada jumlah karyawan. Pada periode Januari hingga saat ini, CMPP telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 17 orang karyawan, sementara sebanyak 533 karyawan dikenakan pemotongan gaji dan atau penguranngan jam kerja/shift.

Kendati begitu jumlah karyawan Perseroan per 31 Juli 2020 mengalami penurunan sebanyak 67 orang menjadi sebanyak 1.624 karyawan.

"Terdapat perubahan jumlah karyawan sebanyak 67 orang jika dibandingkan dengan jumlah karyawan per 31 Desember 2019," papar Indah yang dikutip dari pengumuman keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada, Jumat (21/8/2020).

Perubahan jumlah karyawan ini disebabkan oleh pengunduran diri secara sukarela yang dilakukan oleh 33 orang karyawan selama bulan Januari-Juli 2020 serta 6 orang yang kontraknya sudah berakhir pada 31 Maret 2020.

Selain itu menurutnya terdapat 11 orang yang status kepegawaiannya dipindahkan ke entitas grup AirAsia dan 7 orang yang kontraknya berakhir per 31 Juli 2020 serta 10 orang lainnya tidak dilanjutkan kontraknya karena adanya restrukturisasi di dalam organisasi Perusahaan.

Lantas, seiring kebijakan baru new normal, sejak 19 Juni, Perseroan telah membuka kembali 11 rute penerbangan domestik dan internasional. “Secara bertahap rute lainnya akan segera dibuka menyesuaikan dengan kondisi permintaan pasar dan situasi pembatasan perjalanan di wilayah destinasi,” urai Indah.

Sejalan dengan itu pertumbuhan jumlah pemesanan sejak pengopersian kembali yang telah mencapai lebih dari 400%. Perseroan memproyeksikan perbaikan kinerja perusahaan dapat terjadi pada akhir tahun 2020 bertepatan dengan musim libur akhir tahun yang merupakan kompensasi dari libur Lebaran yang tertunda pada pertengahan tahun.

“Dengan begitu, Perseroan berharap dapat menyelesaikan pemenuhan kewajiban jangka pendek yang didapatkan dari utang usaha Perseroan selama periode bulan Januari-Juni 2020 sebesar Rp352 miliar,” imbuhnya.

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN