Menu
Sign in
@ Contact
Search

Korsel Pertimbangkan Investasi dalam Sekuritas Yuan

Kamis, 5 Mei 2011 | 16:34 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

SEOUL- Korea Selatan, Kamis  (5/5) mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan investasi sebagian dari cadangan devisanya dalam sekuritas mata uang yuan China untuk diversifikasi portofolio dan pelindung dari volatilitas dolar.

"Bank kami berusaha untuk meningkatkan investasinya di China, yang sekarang berkembang menjadi pasar besar, sebagai bagian dari strategi jangka panjang kami," juru bicara di Bank sentral Korea (BOK) mengatakan kepada AFP.

Sebagai langkah awal, BOK telah mengajukan permohonan untuk kualifikasi status investor institusi asing di China, katanya.

Hanya lembaga asing yang disetujui yang diizinkan untuk berinvestasi di saham dan obligasi China, sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh otoritas keuangan Beijing.

"Tapi skala investasi kami akan kecil," katanya, menambahkan BOK belum memperoleh persetujuan dari Beijing.

BOK telah mencoba melakukan diversifikasi portofolionya karena cadangan devisanya naik rekor tinggi 307,2 miliar dolar AS pada akhir April,terbesar ketujuh di dunia setelah China, Jepang, Rusia, Taiwan, Brazil dan India.

Hong Taeg-Ki, kepala kelompok manajemen cadangan devisa bank sentral, kepada Dow Jones Newswires Rabu mengatakan bahwa China akan "menjadi tujuan investasi yang baik bagi kami dalam jangka menengah hingga panjang, mengingat upaya negara itu untuk membuat yuan sebagai sebuah mata uang global".

China meningkatkan upaya untuk internasionalisasi yuan dan memungkinkan untuk mengambil peran global yang lebih besar sejalan dengan kekuatan pertumbuhan ekonominya.

Cadangan devisa Korea Selatan perlu diversifikasi termasuk ke dalam aset yuan, Hong mengatakan, meskipun ia menambahkan bahwa setiap langkah penting kemungkinan tidak dalam waktu dekat mengingat aturan ketat Beijing pada investasi oleh asing.

"Pembukaan pasar modal China bagi orang asing masih sangat terbatas. Mereka mengatakan asing dapat menginvestasikan hingga satu miliar dolar AS, namun sebenarnya investor asing hampir tidak pernah memiliki sebanyak 200 juta dolar AS," katanya.

Korea Selatan saat ini berinvestasi di aset yuan dengan cara kontribusinya terhadap Asian Bond Fund, namun jumlahnya "tak berarti", kata Hong.

BOK telah mengatakan bahwa diversifikasi investasinya termasuk ke aset-aset dalam mata uang utama lainnya selain dolar AS untuk melindunginya dari volatilitas greenback, yang telah terpukul oleh kekhawatiran terhadap ekonomi AS.

Proporsi kepemilikan dolar dalam portofolio Korea Selatan merosot untukkedua tahun berturut-turut pada 2009, tetapi sedikit rebound tahun lalu. Pada akhir 2010, aset dalam mata uang dolar AS menyumbang 63,7 persen dari cadangan devisa negara.

Hong mengatakan langkah bank sentral untuk berinvestasi dalam aset yuan tidak berarti sebuah perubahan langsung dalam strategi investasi, juga bukan ditujukan untuk mengurangi posisi dolar AS dalam cadangan devisa. (ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com