Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ciputra Bidik Marketing Sales Tumbuh 8,7%

Jumat, 15 Januari 2016 | 16:22 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membidik per tumbuhan pra penjualan unit properti (marketing sales) tahun ini sebesar 8,7%, menjadi Rp 10 triliun dibandingkan 2015 sebesar Rp 9,2 triliun. Perseroan masih menanti stimulus dari pemerintah, terutama pemangkasan BI rate hingga 1%.


Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan, perseroan optimis marketing sales dapat terdongkrak apabila Bank Indonesia (BI) bisa memangkas BI rate hingga 1%. Pemangkasan tersebut diyakini mampu meningkatkan daya beli secara signifikan. Secara historis, menurut Tulus jika BI rate bisa turun 1% maka penjualan perseroan akan meningkat 10 – 30%.


Tiga tahun ini kami relatif flat. Jadi, kami harapkan bisa turun sampai 1% BI rate. Marketing sales pun kami harap juga bisa tembus Rp 10 triliun,” kata dia di Jakarta, Kamis (14/1).


Tulus menilai, jika penurunan BI rate hanya terealisasi di bawah 1%, belum akan berdampak secara signifikan. Hal itu, disebabkan daya beli masih relatif rendah karena kondisi perekonomian belum pulih. “Saat ini memang kondisi ekonomi lebih baik, tapi sebaik apa kita belum tau. Bursa saham di Tiongkok awal tahun saja awal tahun sudah disuspen dua kali,” ujar dia.


Tulus menambahkan, tahun ini marketing sales masih akan ditopang oleh produk residensial. Sedangkan, produk high-rise terutama apartemen diproyeksikan menyumbang 15 – 20% terhadap total marketing sales tahun ini. Pada 2016, Ciputra bakal melangsungkan ekspansi 5 proyek yang merupakan carry over dari tahun lalu. Dengan demikian, sepanjang tahun ini, perseroan berencana meluncurkan sekitar 10 proyek baru.


Adapun, mayoritas proyek tertunda yang akan dilangsungkan tahun ini berada di luar pulau Jawa yakni Citra Garden Hill Samarinda, Citraland Jayapura, Citraland Lampung, Citra Kendari, dan Citra garden city Malang. Sementara, proyek yang ada di Jakarta mayoritas berbasis high-rise building yakni Ciputra Internasional Office tower II, Citraplaza Kemayoran dan proyek mix use di Fatmawati.


“Kami akan luncurkan tahun ini tapi dengan tetap mencermati market. Proyek luar Jawa mestinya bisa luncurkan tahun ini. Tapi, Apartemen di sekitaran Jakarta masih fifty-fifty,” ujar dia.


Seperti yang diketahui, pada 2015, perseroan semula optimis mampu membukukan marketing sales hingga Rp 9,5 triliun. Kendati demikian, Tulus mengatakan, hingga akhir Desember 2015 perseroan tercatat merealisasikan 97% target tersebut atau setara dengan Rp 9,2 triliun.


Namun, besaran tersebut masih naik 6,9% dibandingkan raihan 2014 sebesar Rp 8,6 triliun. Adapun kontribusi terbesar masih berasal dari produk residensial di Jabodetabek dengan bobot 40%. Sisanya, merupakan produk residensial di luar Jabodetabek seperti Surabaya dan Makassar.


“Tahun lalu penjualan high rise kurang kinclong,” ujar Tulus. Lebih lanjut, dia menyebutkan tahun ini kinerja perseroan diperkirakan akan cenderung flat. Laba bersih diproyeksikan sebesar Rp 1,3 triliun. Sedangkan, pendapatan perseroan hingga akhir tahun diprediksi mencapai Rp 7 triliun.


Capex

Tahun ini Ciputra Grup menggangarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 – 1,5 triliun. Hal itu, mengingat perseroan berencana tidak akan membangun produk komersial dalam jumlah besar tahun ini.


Tulus menjelaskan, sebagian dari belanja modal tahun ini akan didanai oleh kas internal. Sedangkan sisanya bakal diperoleh melalui pinjaman bank pada kuartal kedua tahun ini. “Pinjaman bank hanya untuk konstruksi jadi kebutuhan relatif bertahap,” papar dia.


Adapun sebagian dari belanja modal atau setara dengan Rp 500 miliar, akan dialokasikan untuk mengakuisisi lahan. Perseroan masih akan fokus untuk menambah cadangan lahan (landbank) di Jakarta dan Surabaya.


Sedangkan untuk ekspansi di luar pulau Jawa, perseroan masih akan mengandalkan skema join venture dengan mitra strategis yang telah memiliki lahan. Saat ini, perseroan masih terus membuka peluang untuk membentuk JV selanjutnya.


Tahun lalu, perseroan mengalokasikan Rp 600 miliar untuk mengakuisisi lahan seluas 100 ha di Jakarta dan Surabya. Kendati demikian, perseroan hanya merealisasikan 70% dari target tersebut. Dia melanjutkan, sisa belanja modal juga akan digunakan untuk konstruksi proyek eksisting perseroan diantaranya Ciputra World II Jakarta dan Surabaya.


Tahun ini, Ciputra Development akan memperkuat pendapatan dari penjualan proyekproyek baru (developing income) pada 2016 seiring dimulainya pemasaran 50 proyek perumahan di seluruh Indonesia. Adapun porsi developing income perseroan hingga saat ini mencapai 80%. (riy)

Editor :

BAGIKAN